Bendung Gerak Tetap Digarap Meski Memasuki Musim Penghujan

BOJONEGORO – Selama musim penghujan, pembangunan bendung gerak Bojonegoro (Bojonegoro Barrage) di Kecamatan Trucuk dan Kalitidu yang menelan biaya Rp 350 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tetap dikerjakan. Pengelola menjamin proses pembangunan bendung gerak tidak terganggu, meski banjir Bengawan Solo bakal datang. Baca selebihnya »

Banjir Bandang, 100 Rumah Terendam

BOJONEGORO – Memasuki awal musim penghujan, tiga desa di Kecamatan Dander diterjang banjir bandang, kemarin (21/11). Namun, dilaporkan tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Hujan turun deras sejak pukul 15.00 sampai dengan pukul 16.30 dan disertai petir menyambar,” ungkap Penjabat Sementara (Pjs) Camat Dander Mahmudin, saat dihubungi Radar Bojonegoro, kemarin petang.
Menurut dia, akibat hujan deras, sekitar pukul 16.30 sungai yang melewati tiga desa, yakni Kunci, Jatiblimbing, dan Sumberarum meluap. Namun, dia mengaku beruntung, karena wilayah selatan yang merupakan perbukitan hutan jati yang sudah gundul, tidak hujan. Sehingga, keadaan tak bertambah parah. “Sampai kini (kemarin petang) belum ada laporan mengenai korban jiwa,” tambah Mahmudin. Baca selebihnya »

Hujan Meteor Leonid Pada 17 November 2009

Sisi Bumi yang berwarna merah pada gambar disamping adalah wilayah yang dapat menyaksikan hujan meteor Leonid tahun 2009 yang diperkirakan puncaknya pada selasa, tanggal 17 November nanti. Bisa dilihat pada gambar, sebagian wilayah indonesia bagian barat akan mendapatkan kesempatan melihat hujan meteor Leonid. Bill Cooke dari NASA memperkirakan 20-30 meteor per jam di Amerika, dan sebanyak 200-300 per jam penjuru Asia. Dengan fase bulan baru maka tidak akan ada cahaya bulan yang akan mengalahkan cahaya meteor, sehingga hujan meteor kali ini akan terlihat sangat sempurna, ditambah lagi bila bila nanti cuaca cerah diatas langit Indonesia.
Leonid adalah pecahan-pecahan materi dari ekor Komet Tempel-Tuttle. Komet ini setiap 33 tahun sekali memasuki wilayah tata surya kita dan meninggalkan pecahan materi dari ekornya. Kebayakan dari pecahan-pecahan itu mendekati orbit bumi pada bulan November dan akan tampak hujan meteor pada wilayah sekitar rasi bintang Leo.
“Kami bisa memprediksi kapan bumi akan mendekati pecahan-pecahan itu dengan akurasi yang cukup bagus,” kata Cooke.
Diperkirakan sebelum fajar di Indonesia dan Cina. Pada saat itu, Bumi akan melewati pecahan-pecahan ekor Komet Tempel-Tuttle sehingga dapat kita dapat melihat kira-kira sebanyak 300 meteor Leonids per jam.
Sumber : http://fianmuse.blogspot.com/2009/11/hujan-meteor-leonid-pada-17-november.html

Bupati Harapkan PNS Kecamatan Bubulan Kembangkan Perekonomian

Sebagai aparatur Pemerintah diharapkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kecamatan Bubulan untuk dapat menjadi pelopor dalam mengembangkan ekonomi diwilayahnya masing-masing utamanya adalah di Kecamatan Bubulan atau sebagai pilot project. Demikian diantara sambutan pengarahan Bupati H. Suyoto, Selasa (28/7) kemarin di Pendopo Kecamatan Bubulan.

Bupati menjelaskan, kita sebagai aparatur pemerintah harus memiliki inovasi dan terobosan dalam pembedayaan ekonomiuntuk meningkatkan kesejahteraan. Terlebih lagi sekarang kondisi jalan yang semakin baik. Dengan demikian akan mampu meningkatkan dan mengembangkan perekonomian baik itu dengan mendirikan usaha maupun lainnya yang dapat membuka peluang sekaligus mendapatkan nilai tambah. Menurut Bupati, jalan adalah salah satu akses untuk membuka jalur perekonomian. Namun ini semua bergantung dengan penduduk dan PNS untuk memotorinya sehingga akan membukaekonomi baru seiring dengan kondisi jalan yang semakin baik. Bupati mencontohkan pengembangan perekonomian ini dapat diwujudkan dengan membuat kolam ikan ataupun lainnya dengan melihat potensi lokal yang ada atau sesuai dengan karakteristik wilayah.

Masih dalam pengarahannya, Bupati menjelaskan bahwa selama ini mata pencaharian pokok masyarakat Kecamatan Bubulan adalah bercocok tanam dan pencari kayu bakar. Akan tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan dapat dicari upaya terobosan baik itu bidang peternakan maupun bidang lainnya. Dengan ini PNS diharapkan mampu mempelopori dan senantiasa untuk melakukan pantauan dilapangan.

Dalam kesempatan ini, camat Kecamatan Bubulan Kusbianto menyambut baik arahan Bupati ini. Pihaknya berjanji akan menindak lanjuti apa yang menjadi arahan Bupati ini yakni baik sebagai pilot project dan senantiasa melakukan inovasi untuk mengembangkan perekonomian.

Atas apa yang disampaikan Camat ini Bupati memberikan apresiasi dan tiga bulan kedepan Bupati akan kembali mengunjungi Kecamatan Bubulan untuk melihat hasil dan kemajuan pengembangan bidang perekonomian.

Sebelumnya Bupati beserta rombongan yang terdiri dari staf ahli dan Kepala Bagian, Dinas terkait kembali melakukan inspeksi beberapa proyek pembangunan jalan di Kecamatan Kapas- Sukosewu-Temayang-Sugihwaras-Bubulan dan Jalanmenuju arah Desa Deling Kecamatan Sekar.

Sama seperti sidak sebelumnya Bupati tidak segan untuk menghentikan proyek apabila terindikasi tidak sesuai dengan spek yang ada dan untuk dilakukan kajian ulang sekaligus perbaikan mutu proyek sesuai dengan ketentuan. (Humas)

Sumber : http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?pModule=ca2c9v90170ODMzw25ebb&pSub=ca2c9G90170DvOzy25ebb&pAct=ca2c990170RzDQ4$25ebb&id=1824

Permainan Menggunakan Gelombang Otak

Pemain harus menggerakkan bola dengan kekuatan gelombang otak.

Permainan Gelombang Otak

Permainan Gelombang Otak

VIVAnews – Mengasah kemampuan otak kita tak hanya dilakukan dengan cara belajar. Dengan bermain, kalian juga dapat mengasah imajinasi dan kreativitas.

Ada sebuah permainan unik yang diciptakan baru-baru ini. Permainan tersebut dinamakan Mattel Mind Flex dan Uncle Milton’s The Force Trainer. Yang menarik adalah untuk memainkannya kita harus menggunakan kekuatan otak, karena permainan ini digerakkan oleh gelombang otak.

Permainan itu dibuat oleh perusahaan mainan NeuroSky. Permainan Mind Flex terdiri atas bola dan alat khusus yang ditempel di kepala. Kita harus membuat bola bergerak dengan kekuatan gelombang otak. Pada kepala pemain akan dipasangkan semacam alat yang bisa menyalurkan gelombang otak dan bisa menggerakkan bola-bola itu.

“Permainan tersebut menggunakan teknologi electroencephalography (EEG). Yaitu teknologi untuk mengukur sinyal elektrik yang dipancarkan otak,” kata Jim Sullivan dari NeuroSky.

Sinyal tersebut akan meneruskan gelombang yang akan menggerakan bola-bola. Tiap orang memiliki kekuatan yang berbeda-beda dan bisa saja bola yang ada tidak bergerak jika perhatian orang yang memainkannya tidak fokus. Dengan pikiran yang fokus, sinyal otak akan memicu gerakan pada bola, jadi untuk memainkan permainan ini harus memiliki konsenterasi tinggi.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=105034271#post105034271

Halaman Berikutnya »