Sains & Teknologi Pencipta News Feed Facebook Mengundurkan Diri

VIVAnews – News Feed menjadi bagian dari layanan Facebook yang dipandang setiap hari. Ini menjadi bagian fundamental dari Facebook. Jumat, 15 Juni 2012, otak di balik News Feed Facebook meninggalkan jejaring sosial itu.

Bret Taylor mengawali langkahnya menuju Facebook setelah mendirikan perusahaan kecil bernama FriendFeed. Perusahaan ini diambil alih pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

Taylor diangkat menjad Kepala Staf Teknologi (CTO). Dia bertanggung jawab untuk memperbarui feed secara langsung sehingga menjadi seperti yang kita lihat sekarang.

Taylor memutuskan keluar dari Facebook. Dia meninggalkan pesan pada Jumat sore.

“Saya sedih akan pergi, tapi saya juga senang akan memulai perusahaan baru bersama teman saya Kevin Gibbs,” tulis Taylor pada pesan perpisahannya.

Taylor menungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian Facebook. Dia senang melihat perkembangan platform, produk mobile, Open Graph, App Center, Facebook Camera, dan integrasi iOS.

Taylor juga berterima kasih atas pengalaman yang dijalaninya selama berkerja di Facebook.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang spesial untuk Mark Zuckerberg. Anda bukan hanya bos saya selama tiga tahun terakhir ini. Tapi, Anda telah menjadi mentor dan teman terdekat saya,” tulisnya seperti dilansir dari Gizmodo.

Taylor telah bekerja untuk Facebook selama tiga tahun. Pembuat Google Maps ini pergi ketika kondisi Facebook sedang kacau di bursa saham. Kontribusi Taylor sangat besar bagi perusahaan raksasa jejaring sosial ini. Bahkan, FriendFeed miliknya berjasa menciptakan tombol ikonik “Like” yang menjadi ciri khas Facebook.

Pemimpin teknologi untuk perusahaan teknologi merupakan aset yang sangat berharga. Taylor memegang peranan kritikal untuk Facebook dengan menaungi urusan platform dan aplikasi mobile.

Pasangan eksekutif Facebook, Mike Vernal dan Cory Ondreijka akan mengambil alih peran yang ditinggalkan Taylor.

Vernal bergabung di Facebook pada 2008 dari Microsoft. Dia memimpin proyek Facebook Connect hingga pengembangan Open Graph.

Ondreijka tiba di Facebook pada 2010 setelah akuisisi Walletin. Sebelumnya dia bekerja di Linden Labs untuk pengembangan game dunia virtual Second Life.

Taylor menjabat CTO dua tahun lalu. Dia telah menjadi figur publik yang kuat setiap ajang Facebook, termasuk konferensi pengembang aplikasi. Bahkan, Taylor menjadi pusat perhatian pada konferensi Apple, 2012 Worldwide Developers Conference ketika mengumumkan integrasi dengan iOS.

Taylor mengakui kepergiannya akan menimbulkan gangguan pada saat Facebook sedang bermasalah. Tapi, dia menilai Facebook memiliki staf teknis yang berbakat dan andal di bawah arahan CEO dan pendiri Mark Zuckerberg.

“Saya selalu terbuka dengan Mark ketika mengatakan saya akan memulai startup baru. Kami merasa ini waktu terbaik setelah IPO rilis dan saya telah mengerjakan peluncuran produk terbaru,” ujar Taylor seperti dilansir dari Allthingsd.

Facebook kini dilaporkan sedang mengerjakan smartphonenya tersendiri. Proyek ini diberi julukan “Buffy”.

Alumnus Google

Taylor sebelumnya bekerja untuk Google. Dia meninggalkan raksasa internet itu untuk memulai bisnis FriendFeed. Perusahaan ini dibeli Facebook pada 2009.

Taylor merasa kepergiannya hanya menjadi bagian kehidupan biasa di Silicon Valley. Dia yakin Facebook dapat memimpin dalam platform dan mobile. Pria ini mengakui tantangan menjadi perusahaan publik membuat gangguan internal dalam pikirannya.

“Kami berhadapan dengan perubahan budaya kerja dengan peningkatan sorotan. Dari perusahaan swasta dengan pengawasan ke perusahaan publik dengan pengawasan lebih ketat,” ujarnya.

Untuk masa depannya sendiri, Taylor mengatakan dia belum memutuskan fokus area yang akan dikerjakannya. Tapi, dia tetap bersemangat memulai sesuatu yang baru bersama teman lamanya dari Google, Kevin Gibbs.

Taylor mengatakan kemungkinan dia akan fokus pada industri yang dia tidak kenal dengan baik, begitu juga dengan konsumennya. Itu sama seperti ketika dia mengembangkan Google Maps.

“Orang mengatakan kami tidak punya tujuan. Jadi, membuat peta lebih masuk akal,” candanya.

“Semua akhirnya berjalan dengan baik,” imbuh Taylor. (sj)

Sumber dari : vivanews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: