Calo Naker Makin Subur di Sekitar Migas

blokBojonegoro.com – Setelah spekulasi mengenai keberadaan lahan menghangat dan berangsur redup, kini di wilayah migas Blok Cepu kembali marak. Selain spekulan proyek, juga berhembus kabar mengenai para spekulan tenaga kerja.

Data yang dihimpun blokBojonegoro.con di lapangan menjelaskan, spekulan tersebut mendata dari desa ke desa yang berada di wilayah ring 1 Project Banyuurip, Blok Cepu. Seperti di Desa Mojodelik, Gayam, Bonorejo, Brabuhan, Begadon dan Ringintunggal, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Mereka menawari bekerja di migas dengan iming-iming gaji dan lain sebagainya.

Tidak sedikit warga yang pendiriannya goyah ketika mendengar kata bekerja di migas. Padahal, di lain pihak ada banyak kasus dugaan penipuan yang memaki label penyalur tenaga kerja. “Belakangan ini memang marak, para penyalur tenaga kerja yang kurang bisa dipertanggungjawabkan,” kata salah satu sumber di lapangan.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada warga agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming uang atau gaji melimpah dari pencari tenaga kerja tidak jelas. Lebih baik mengakses informasi ke operator, rekanan pemenang tender Engineering, Procurement and Constructions (EPC) serta di Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Pemkab Bojonegoro.

Sementara itu Kepala Disnakertransos, Iskandar menegaskan, munculnya Perda Konten Lokal yang mengharuskan pelibatan tenaga kerja lokal membuat potensi warga sekitar bisa optimal terserah. Walaupun sejauh ini belum ada 20 persen informasi tenaga kerja yang sampai di pihaknya, tetapi di lapangan sudah sangat riuh.

“Semakin hari Angkatan Kerja (AK) 1 di Disnakertransos cukup banyak, tetapi peluang yang muncul belum mamadai,” tambahnya.

Bahkan, beberapa hari yang lalu pihaknya sempat geram ketika melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Lapangan Tiung Biru (TBR) yang dioperatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Karena, masih banyak tenaga di luar Bojonegoro yang terpakai, padahal Perda Konten Lokal jauh hari telah diberlakukan.

“Kita juga banyak menemukan KTP terbuat tahun 2012, apakah mereka asli warga di sekitar Blok Cepu, pindahan atau memang pendatang. Kita akan terus menelusurinya,” sambungnya.

Ditambahkan, temuan tim dari Disnakertransos di lapangan mengenai tempat naker gelap bergentayangan akan ditindaklanjuti. Sebab, yang mempunyai AK-1 ada di Disnakertransos. Pihaknya jauh hari telah mengimbau kepada KKS dan KKKS, agar benar-benar mementingkan warga lokal sesuai dengan Perda 23/2011. [ana/mad]

Sumber dari : blokbojonegoro.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: