Archive for the ‘Pendidikan’ Category

3 Universitas di Indonesia Masuk 100 Top Asia

Ketiga universitas ini mengalahkan sejumlah universitas top di Korea dan Jepang.

VIVAnews – Tiga universitas di Indonesia masuk 100 rangking universitas top di kawasan Asia. Pemeringkatan dilakukan oleh Times Higher Education yang dikenal sebagai lembaga pemeringkat universitas dunia.

Peserta Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) di SMA 68 Jakarta (Antara/ Salis Akbar)

Peserta Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) di SMA 68 Jakarta (Antara/ Salis Akbar)

Dalam keterangan tertulis Deputi Direktur Kantor Komunikasi Universitas Indonesia Devie Rahmawati, Senin 25 Mei 2009, Indonesia berhasil mendudukkan wakilnya di peringkat 50 (UI), 63 (Universitas Gadjah Mada), dan 80 (Institut Teknologi Bandung).

Wakil Indonesia ini mengungguli beberapa wakil negara-negara besar du Asia seperti Pusan University, Korsel yang ada di peringkat 83, University of Delhi (60), Tokyo University of Science (67), dan Tokyo University of Ahriculture and Tech yang ada di peringkat 93. Baca lebih lanjut

Iklan

ITS Masuk 100 Besar Dunia

Ini berdasarkan pemeringkatan repositori institusional Januari 2011 versi webometrics.

SURABAYA POST – Tiga perguruan tinggi negeri di Indonesia berhasil menempati ranking 100 besar dunia dalam pemeringkatan repositori institusional periode Januari 2011 versi webometrics.

Ketiga PTN itu masing-masing  Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Diponegoro dan Universitas Sumatra Utara.

ITS menempati urutan ke 64, Undip di urutan 70 sedangkan USU berada pada urutan 91. Undip turun peringkat dari yang semula menduduki urutan 49 pada Juli 2010 kini hanya menempati urutan 70. ITS berhasil menyalip Undip dan mengalami kenaikan signifikan. Dari yang semula bertengger di urutan 227 pada Juli 2010, kini ITS berhasil  di posisi 64. Baca lebih lanjut

Professor Termuda AS ternyata adalah orang Indonesia

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya “pulang ke Jepang” untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia . Kenapa? Baca lebih lanjut

Warren Buffett, Terkaya Dunia yang Tetap Bersahaja

Omaha bukanlah kota besar yang gemerlap. Namun, warga kota di negara bagian Nebraska, Amerika Serikat (AS), berpenduduk sekitar 400.000 ini boleh berbangga. Mereka memiliki seorang warga yang sangat terhormat dan bisa dibanggakan hingga ke seluruh penjuru dunia.

Dialah orang terkaya kedua di dunia, Warren Edward Buffett, bos perusahaan investasi Berkshire Hathaway. Warga kota terkadang secara tidak sengaja bertemu dengan Buffett di toko, restoran, atau di jalan-jalan kota tanpa merasakan bahwa dia adalah orang terkaya kedua dunia dengan kekayaan sekitar USD37 miliar (sekitar Rp380 triliun). Buffett yang lahir di Omaha pada 30 Agustus 1930 memulai usahanya sejak dini dengan menjadi loper koran di kotanya ini.

Pada awal 1960-an, Buffett mulai berinvestasi di Berkshire yang saat itu merupakan perusahaan pembuat tekstil. Buffett kemudian menjadikan Berkshire sebagai perusahaan induk untuk lebih dari 50 perusahaan.
Buffett sering disebut sebagai Sage of Omaha oleh para investor karena dia hanya berinvestasi pada perusahaan-perusahaan besar yang mudah dimengerti bisnisnya, mendominasi pasar saham, serta memiliki pendapatan konsisten manajemen kuat. Pada 2008 lalu, Buffett bahkan sempat menggeser posisi pendiri Microsoft Corp, Bill Gates, sebagai orang terkaya di dunia.

Kendati telah menjadi miliarder, gaya hidup Buffett yang sederhana tetap melekatinya sampai sekarang dan membuat para warga kota mengenalnya dengan akrab di berbagai pertemuan.Rumahnya di kawasan Dundee, Omaha, juga sederhana tanpa memperlihatkan model dan arsitektur sebagai rumah orang kaya raya dunia. Ketika harian Seputar Indonesia (SI) melintasi rumah tersebut, suasana depan tempat tinggal itu tampak sepi dan tenang seolah tanpa penghuni.

Buffett tetap tinggal di rumah tersebut sejak dibelinya pada 1958 seharga USD31.000. Rumah itu kini ditaksir seharga USD700.000. Rumah yang tergolong sederhana di AS untuk ukuran orang terkaya dunia. Para tetangganya sering melihatnya jalan santai di depan rumahnya, kemudian menyapanya dengan akrab, ?Morning, Warren,how are you today??
Terkadang Buffett mengundang teman-temannya ke rumah, termasuk pesaingnya sekaligus sahabatnya, orang nomor satu terkaya dunia Bill Gates, untuk bermain kartu bridge. Menurut warga kota, Buffett bisa menghabiskan waktunya bermain bridge hingga 12 jam sehari. Bahkan dia ikut mensponsori pertandingan dengan trofi Buffett Cup di Omaha.

Saking sederhananya, Buffett masih mengendarai mobil tuanya jika ingin menghadiri acara-acara undangan warga kota. Suatu ketika, menurut cerita Val McPherson, seorang warga Omaha, Buffett mengundang Gates untuk makan di sebuah restoran favoritnya di Omaha. Buffett bersama Gates mengendarai sebuah mobil baru pemberian anaknya, Susie. Seusai makan malam, mereka kembali ke tempat parkir, tetapi Buffett tidak bisa membuka pintu mobil barunya itu yang menggunakan kombinasi password.

Daripada pusing, Buffett kemudian menelepon taksi dan akhirnya dua orang terkaya dunia ini pulang ke rumah Buffett dengan menggunakan taksi dan meninggalkan mobil baru tersebut. Sebagai sosok yang sederhana, Buffett banyak memberikan sumbangan kepada berbagai yayasan, universitas,dan organisasi sosial di Omaha. Bahkan sifat filantropisnya ditunjukkan terhadap Gates dengan memberikan sumbangan kepada Gates Foundation. Anaknya, Susie,kini mengetuai yayasan Susan A Buffett, mengambil nama mendiang istri Buffett, dengan memberikan sumbangan kepada berbagai organisasi.

Dua anaknya lagi Peter dan Howard tinggal di Chicago dengan usaha mereka sendiri. Buffett memang sosok sederhana, bahkan Desember 2006 lalu ada yang mengatakan Buffett tidak mempunyai telepon genggam, tidak mempunyai komputer di mejanya, dan masih mengendarai sendiri mobilnya,Cadillac DTS.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=105043244#post105043244

Binatang Yang Telah Punah Yang Jarang Di Expose

Ini gan binatang2 yang udah punah namun banyak yang tidak kita ketahui kalo mereka pernah hadir di bumi ini

Dodo Bird

Dodo Bird

Dodo, adalah nama dari satu species burung tidak terbang, yang hidup di pulau Mauritius, Dengan ciri-ciri Paruh besar, gemuk, kaki pendek, dan bergerak lambat. Dodo berukuran tinggi sekitar 70-100 cm, dan berat sampai dengan 20 kg. Hidup dengan memakan buah-buahan dan biji-bijian yang jatuh di tanah. Dodo hidup dalam keadaan damai, tanpa adanya pemangsa alami di Mauritius. Pada akhir periode 1500-an.

Para pelaut Portugis menemukan pulau kecil itu, dan menghuninya. Kehadiran manusia, merupakan awal bencana bagi Makhluk malang itu. Manusia memburunya, untuk dijadikan makanan. Selain mambunuh Dodo dewasa, manusia juga mengkonsumsi telur Dodo. Dodo, yang selama ini hidup dalam damai, tidak punya kemampuan untuk mempertahankan diri menghadapi manusia.

Keadaan diperparah ketika manusia mulai memasukkan hewan-hewan lainnya, seperti Kuda, Domba, Anjing, Kucing, Babi, Monyet, dan Tikus (yang pastinya tidak sengaja terbawa di dalam kapal laut) Kehadiran mereka memperparah situasi Dodo, karena mereka (terutama Babi dan Monyet) sering merusak telur-telur Dodo, akibatnya jumlah Dodo merosot drastis, karena selain Dodo dewasa dikonsumsi oleh manusia, Telur-telurnya juga dirusak oleh hewan-hewan bawaan manusia. Akhirnya, pada tahun 1689, Dodo dinyatakan punah. Berbagai bencana yang semuanya disebabkan oleh kehadiran manusia di Surga Dodo, Mauritius, telah melenyapkan Species ini untuk selamanya dari muka Bumi. Dodo terakhir mati pada tahun 1689, hanya 108 tahun setelah Dodo pertama terlihat oleh manusia.

Pulau Mauritius

Pulau Mauritius

Quagga

Quagga

Quagga-foal

Quagga-foal

Quagga, adalah nama dari salah satu species kuda, yang memiliki corak yang sangat unik. Kepala sampai dengan setengah bagian tubuh depan, bercorak belang-belang hitam putih seperti Zebra. Bagian setengah tubuh ke belakang adalah corak kuda pony coklat. Sedangkan seluruh bagian kakinya berwarna putih bersih. Quagga hidup di savana di Afrika Selatan.

Species ini sudah lama dikenal oleh Manusia, terutama penduduk asli Afrika Selatan. selama itu, mereka hidup dalam keadaan aman, karena sekalipun Quagga memiliki banyak predator pemangsa mereka, namun perkembangbiakan mereka tidak mengalami gangguan berarti. Tapi semua hal itu berubah ketika para pelaut eropa mulai berdatangan ke Afrika Selatan (Afsel, adalah pelabuhan paling strategis saat itu, yang merupakan jalur terbaik untuk peristirahatan, dalam perjalanan panjang dari Eropa ke Asia)

Para pelaut itu tidak pernah melihat species kuda seperti ini sebelumnya. Akhirnya mereka menangkapnya untuk dibunuh, dan diambil daging dan kulitnya yang bernilai tinggi. Selain itu mereka juga ditangkap untuk dijual ke para kolektor hewan unik di Eropa, atau ke kebun binatang di seluruh dunia. Hal ini membuat populasi Quagga, yang memang tidak banyak, merosot drastis. Sampai akhirnya Quagga terakhir mati pada tahun 1883, di kebun binatang London, Inggris. Saat ini spesimen Quagga terakhir itu, masih tersimpan dengan baik di Kebun Binatang London.

Thylacine

Thylacine

Thylacine

Thylacine

Thylacine

Thylacine

Thylacine, adalah nama dari satu species marsupial (binatang berkantung) terbesar yang pernah ada di dunia. Bentuknya seperti Dingo (anjing liar Australia), namun bagian belakang tubuhnya becorak belang-belang seperti Harimau. Nama lain Thylacine adalah Tazmanian Tiger, atau Tazmanian Wolf. Thylacine merupakan binatang karnivora yang memangsa Kangguru, Wallabi, maupun Emu (Burung besar tapi ngga terbang – mirip kasuari dari papua) Thylacine dewasa, berukuran panjang 100-180 cm (ujung hidung sampai ujung ekor), tinggi ketika berdiri antara 50-60 cm, dengan berat sekitar 20-30 kg.

Thylacine sebenarnya pernah hidup di Australia, dan Papua. Hal ini diketahui dari adanya lukisan-lukisan di dinding gua, yang dilukis oleh manusia purba. Namun, jauh sebelum kedatangan para pelaut Eropa, mereka sudah punah di kedua tempat itu. Namun, Thylacine masih bertahan hidup di Pulau Tazmania, sebuah pulau kecil di selatan Australia, sebelum kedatangan manusia modern dari Eropa membawa malapetaka bagi mereka.

Para pelaut eropa itu, datang ke Tazmania bersama dengan hewan-hewan lainnya, termasuk hewan ternak seperti Domba, Babi, maupun Kambing, yang mana hewan-hewan itu merupakan sumber makanan baru bagi Thylacine. Thylacine mulai masuk ke peternakan manusia untuk memperoleh mangsa yang lebih mudah. Namun hal itu, justru mendatangkan malapetaka bagi Thylacine, karena para peternah menjadi marah, dan mengadakan ajang “perburuan berhadiah”, untuk membunuh Thylacine, yang dianggap sebagai hama. Hadiah waktu itu adalah 1 poundsterling untuk seekor Thylacine dewasa, dan 10 shilling untuk anak Thylacine.

Pada tahun 1920-an, Manusia menyadari bahwa keberadaan Thylacine di alam liar sudah sangat langka, dan mereka berbalik arah, mencoba melindungi Thylacine yang masih hidup. Mereka melakukan berbagai cara untuk meningkatkan populasi Thylacine, namun semuanya sia-sia, Thylacine-Thylacine terakhir yang hidup, semuanya dalam keadaan tidak sehat, dan mati satu per satu. Thylacine terakhir mati pada tahun 1936, di kebun binatang Hobart, Tazmania.

Selama beberapa periode berikutnya, beberapa orang kaya atau lembaga, mengadakan kompetisi untuk mencari bukti keberadaan Thylacine yang masih hidup di alam bebas, ataupun menangkap Thylacine yang masih hidup.. Hadiah yang ditawarkan bernilai jutaan Dollar Amerika, dan banyak orang yang tertarik untuk mencarinya. Namun semua berakhir sia-sia. Tidak pernah ditemukan satu buktipun yang mendukung kenyataan bahwa Thylacine masih hidup di Bumi. Sebuah penyesalan yang datang belakangan, sebuah pelajaran bagi kita untuk menjaga species2 langka yang saat ini masih hidup.

Moa

Moa

Moa

Moa

Moa, adalah nama dari satu species burung tidak bersayap, dan juga merupakan salah satu dari burung terbesar yang pernah hidup di Bumi. Moa terbesar adalah Moa Raksasa (Dinornis Robustus) yang ukuran tubuhnya mencapai ketinggian 3.6 meter, dan berat 300 kg. Seluruh tubuh Moa diselimuti dengan rambut berwarna coklat gelap, Moa juga memiliki kaki yang sangat kuat yang membantunya berlari kencang, dan juga merupakan senjatanya dalam menghadapi para predator. Moa adalah herbivora, mereka memakan dedaunan, ranting, dan buah-buahan.

Moa punah, sebelum kedatangan para pelaut Eropa, mereka punah dikarenakan perburuan yang dilakukan oleh suku Maori, suku asli Selandia Baru. Suku Maori memburu Moa dewasa, dan juga telur-telur Moa, sehingga mengakibatkan penurunan polulasi Moa secara perlahan-lahan, sebelum akhirnya benar-benar punah pada sekitar tahun 1500an.

Aepyornis

Aepyornis

Aepyornis Maximus, adalah nama untuk species burung terbesar yang pernah hidup di muka Bumi ini. Aepyornis Maximus merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, dan merupakan jenis burung terberat yang pernah hidup di Bumi. Ukuran tubuhnya mencapai ketinggian lebih dari 3 meter, dan berat sampai 500 kg. Ukuran telur Aepyornis Maximus juga sangat besar, panjangnya 34 cm, dan volumenya adalah 160 kali lipat telur ayam. Aepyornis Maximus, dikenal juga dengan sebutan Elephant Bird alias Burung Gajah. Dan habitat mereka adalah di hutan-hutan atau padang rumput terbuka di Madagaskar. Mereka merupakan herbivora yang memakan buah-buahan dan umbi-umbian.

Aepyornis Maximus, memiliki Populasi yang tidak banyak. Hal ini karena mereka hampir tidak memiliki predator potensial yang dapat memangsa mereka. Oleh karena itu, Aepyornis Maximus hanya bertelur sedikit saja. Hal ini kemudian justru menjadi bencana, ketika para pelaut Eropa berlabuh di Madagascar, mereka memang tidak banyak membunuh Aepyornis Maximus dewasa, tetapi hewan-hewan bawaannya banyak yang merusak atau memakan telur-telur Aepyornis Maximus. Sehingga mengakibatkan kepunahan mereka pada abad ke-16.

Baiji

Baiji

Baiji

Baiji

Baiji, adalah nama untuk species lumba-lumba sungai yang hidup di China. Species ini hanya hidup di sungai Yangtze. Baiji memiliki bentuk yang berbeda dengan lumba-lumba laut, maupun pesut yang hidup di Indonesia. Tubuh Baiji bulat pendek, dan sirip punggungnya sangat pendek. Selain itu moncong Baiji panjang dan kecil. Ukuran Baiji dewasa sekitar 2-2.5 meter, dengan berat 150-200 kg. dengan umur hidup rata-rata di alam liar adalah 25 tahun. Baiji biasanya berenang lambat, hanya sekitar 10-15 km/jam, hal ini dikarenakan buruknya penglihatan dan pendengaran Baiji. Tapi, apabila sedang terancam bahaya, Baiji bisa ngebut sampai kecepatan 50-60 km/jam. Baiji hidup dengan memakan ikan, dan organisme sungai kecil lainnya

Kepunahan Baiji terjadi karena perburuan liar yang dilakukan manusia, untuk memperoleh dagingnya. Selain itu juga diperparah dengan rusaknya ekosistem alami Baiji di sungai Yangtze akibat limbah yang dibuang oleh manusia. Kemerosotan populasi Baiji mulai terlihat ketika pada tahun 1950, populasi Baiji masih mencapai 6.000 ekor, dan kemudian tinggal 400 ekor pada 1980. Survei selanjutnya yang diadakan pada tahun 1997, menunjukkan bahwa jumlah Baiji hanya tinggal 23 ekor saja. Pada tahun 2004, seekor Baiji muncul ke permukaan dan terlihat oleh manusia, tetapi itu adalah penampakan terakhir yang terlihat. Dan pada survey tahun 2006, sekalipun para peneliti berusaha keras mencarinya. Mereka tidak berhasil menemukan satu ekorpun Baiji. Dan setelah selama setahun mencari tanpa hasil, akhirnya pada tahun 2007, Baiji dinyatakan telah punah.

Steller

Steller

Steller

Steller

Steller’s Sea Cow, adalah nama untuk sejenis duyung besar yang hidup di daerah Laut Bering, di antara Alaska dan Siberia. Hewan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1741, oleh seorang penjelajah berkebangsaan Jerman, yang bernama Georg Steller. Itulah mengapa Duyung (disebut juga sapi laut – Sea Cow) diberi nama Steller’s Sea Cow.

Steller’s Sea Cow ini merupakan jenis Duyung terbesar yang pernah diketahui oleh manusia. Dengan ukuran panjang tubuh mencapai 8 meter, dan berat hingga 4 ton. Steller’s Sea Cow bahkan lebih besar daripada Walrus Bull. Dengan tubuhnya yang demikian besar, dan sebagian besar berat tubuhnya berasal dari lemak (yang dibutuhkannya untuk bertahan hidup di laut bering yang dingin) Steller’s Sea Cow, tidak dapat bergerak cepat. Apalagi mereka tidak perlu berburu untuk bertahan hidup. Karena makanan mereka adalah Rumput laut atau Ganggang laut.

Setelah ditemukan oleh Georg Steller, manusia mulai memburu Steller’s Sea Cow untuk dikonsumsi, hal ini dikarenakan ukuran tubuhnya yang besar, memberikan kemudahan bagi manusia untuk menghemat waktu dalam mencari makan. Karena daging dan lemak mereka dapat disimpan cukup lama, sampai berbulan-bulan, sebelum akhirnya manusia perlu berburu lagi. Selama periode itu, Steller’s Sea Cow terus-menerus diburu oleh manusia di seluruh daerah sekitar Alaska, Siberia, dan pulau2 di dekatnya. Hal ini mengakibatkan populasi Steller’s Sea Cow merosot drastis, hingga akhirnya, pada tahun 1768 mereka telah punah. Kepunahan Steller’s Sea Cow, hanya berlangsung selama 27 tahun sejak pertama kali ditemukan oleh manusia.

Thylacoleo carnifex

Thylacoleo carnifex

Hal ini dapat dilacak dari tulang-belulang hewan yang ukurannya sebesar macan. Namun, bagaimana bentuk makhluk buas tersebut baru sedikit terkuat dari lukisan-lukisan gua yang ditinggalkan suku aborigin. Lukisan tersebut memperlihatkan hewan berkaki empat yang memiliki kumis seperti kucing, paha besar, dan memiliki cakar yang besar sesuai fosilnya. Namun ada ciri yang hanya diketahui dari lukisan yakni bagian punggungnya yang belang-belang seperti harimau Tasmania, ekornya berambut lebat, dan telinganya lancip.

Hewan tersebut digambar di dinding-dinding batu pada sebuah gua di barat laut Australia. Pada Juni 2008, seorang naturalis bernama Tim Willing memotret lukisan tersebut dan kemudian disadari sebagai gambar seekor singa berkantung oleh Kim Akerman, antropolog dari Tasmania. Makhluk liar yang diberi nama spesies Thylacoleo carnifex itu diperkirakan hidup 30.000 tahun lalu berdasarkan usia fosilnya. Namun tidak diketahui kapan punah.

Sumber : http://www.kaskus.us

Diam Itu Emas

Diam Itu Emas{Diam Aktif} K.H. Abdullah Gymnastiar Dalam upaya mendewasakan diri kita salah satu langkah awal yg harus kita pelajari adl bagaimana menjadi pribadi yg berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yg disabdakan Rasulullah saw “Barangsiapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.” hadits diriwayatkan oleh Bukhari..

1. Jenis-jenis Diam Sesungguh diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yg dgn diam jadi emas tapi ada pula dgn diam malah menjadi masalah. Semua bergantung kepada niat cara situasi juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:
a. Diam BodohYaitu diam krn memang tak tahu apa yg harus dikatakan. Hal ini bisa krn kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertian atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lbh baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

b. Diam MalasDiam jenis merupakan keburukan krn diam pada saat orang memerlukan perkataan dia enggan berbicara krn merasa sedang tak mood tak berselera atau malas.

c. Diam SombongIni pun termasuk diam negatif krn dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yg diajak bicara tak selevel dengannya.

d. Diam KhianatIni diam orang jahat krn dia diam utk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yg menyelamatkan adl diam yg keji.

e. Diam MarahDiam seperti ini ada baik dan adapula buruk baik adl jah lebih terpelihara dari perkataan keji yg akan lbh memperkeruh suasana. Namun buruk adl dia berniat bukan utk mencari solusi tapi utk memperlihatkan kemurkaan sehingga boleh jadi diam ini juga menambah masalah.

f. Diam Utama {Diam Aktif}Yang dimaksud diam keutamaan adl bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yg membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri maka akan menjadi maslahat lbh besardibanding dgn berbicara.

2. Keutaam Diam Aktif
a. Hemat MasalahDengan memilih diam aktif kita akan menghemat kata-kata yg berpeluang menimbulkan masalah.

b. Hemat dari DosaDengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis terhindar dari kesalahan kata yg menimbulkan kemurkaan Allah.

c. Hati Selalu Terjaga dan TenangDengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya ujub takabbur atau aneka penyakit hati lain yg akan mengeraskan dan mematikan hati kita.

d. Lebih BijakDengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yg baik diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan pemahaman jauh lbh mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lbh bijak dan arif.

e. Hikmah Akan MunculYang tak kalah penting orang yg mampu menahan diri dgn diam aktif adl bercahaya qolbu memberikan ide dan gagasan yg cemerlang hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati lisan serta sikap dan perilakunya.

f. Lebih BerwibawaTanpa disadari sikap dan penampilan orang yg diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lbh segan utk mempermainkan atau meremehkan.
Selain itu diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal seperti: Diam dari perkataan dusta Diamdari perkataan sia-sia Diam dari komentar spontan dan celetukan Diam dari kata yg berlebihan Diam dari keluh kesah Diam dari niat riya dan ujub Diam dari kata yg menyakiti Diam dari sok tahu dan sok pintar Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti saat ajal menjemput lisan ini diperkenankan utk mengantar kepergian ruh kita dgn sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid “laa ilaha illallah” puncak perkataan yg menghantarkan ke surga.

sumber :Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

Awal Penggunaan Gas Ketawa Sebagai Anestetik

Horace Wells (1815-1895) Untuk menghilangkan rasa sakit selama operasi bedah, dokter biasanya menggunakan obat pemati rasa (anestetik). Salah satu anestetik yang sering digunakan adalah gas dinitrogen monoksida. Gas yang ditemukan Joseph Priestley ini disebut juga gas ketawa karena dapat menyebabkan orang yang menghirupnya tertawa terbahak-bahak. Pada mulanya, gas ketawa hanya digunakan sebagai alat untuk menghibur dalam suatu pertunjukan. Revolusi penggunaan gas ketawa dari sekedar alat hiburan menjadi obat pemati rasa bermula dari peristiwa pada 10 Desember 1844. Pada tanggal tersebut, seorang dokter gigi bernama Horace Wells beserta istrinya sedang menonton pertunjukan gas ketawa. Pertunjukan yang dipandu Quincy Colton tersebut mendemonstrasikan efek dari gas ketawa. Colton meminta beberapa penonton untuk menghirup gas ketawa. Samuel Cooley, salah seorang yang ikut menghirup gas ketawa menunjukkan perilaku aneh. Perilaku Cooley menjadi kasar. Ia dan penonton lainnya berkelahi hingga babak belur. Akibat perkelahian itu, Cooley menjadi terluka dan tubuhnya penuh dengan darah. Meskipun demikian, Cooley tidak merasa sakit. Ia baru merasakan sakit setelah pengaruh gas ketawa habis. Kejadian tersebut rupanya menginspirasi Wells untuk menggunakan gas ketawa dalam operasi pencabutan gigi. Pada saat itu, pencabutan gigi sangat menyakitkan. Menurut pemikiran Wells, jika gas ketawa dapat membuat orang tahan terhadap sakit yang dideritanya seperti yang dialami Colley, hal yang sama juga mungkin akan dirasakan pasiennya seandainya mereka diberikan gas ketawa. Horace Wells tidak menunggu waktu untuk menguji dugaannya. Keesokan harinya, ia meminta rekan kerjanya, yaitu dokter John Riggs untuk mencabut gigi gerahamnya yang telah membusuk. Sebelumnya, Wells menghirup gas ketawa yang diperolehnya dari Colton. Begitu Wells tidak sadarkan diri, dokter Riggs segera mencabut gigi. Operasi berjalan lancar. Pengaruh gas ketawa yang dihirup Wells habis seiring berakhirnya operasi. Wells mengaku bahwa ia tidak merasakan sakit selama operasi. Wells kemudian meminta Colton untuk mengajarinya cara membuat dan menggunakan gas ketawa. Dicemooh Wells kemudian mempunyai ide untuk menyebarluaskan penemuannya kepada khalayak. Semangat Wells semakin menggebu setelah bertemu dengan mantan muridnya, William Morton. Morton menganjurkan Wells agar mendemonstrasikan penggunaan gas ketawa dalam operasi pencabutan gigi di tempat umum. Pada Januari 1845 sesuai dengan rencana, demontrasi pun dilakukan di Harvard Medical School di Boston. Demontrasi tersebut menarik sebagian besar siswa untuk menghadirinya. Salah seorang pengunjung bersedia untuk menjadi kelinci percobaan Wells. Ia lalu menghirup gas ketawa. Sayang, Wells gugup dan tidak sabar untuk segera mengetahui hasilnya. Ia mencabut gigi pada saat gas ketawa belum bekerja mematikan rasa. Alhasil si pasien menjerit kesakitan pada saat giginya dicabut.Demonstrasi Wells gagal total. Para pengunjung mencemooh Wells sebagai penipu. Disanjung Masyarakat Paris Mulanya Wells sempat putus asa karena demonstrasinya gagal. Rumah dan tempat praktik giginya di Hartford dijual. Namun, bukan berarti Wells menyerah begitu saja. Ia tetap yakin bahwa gas ketawa dapat digunakan sebagai obat pemati rasa dalam operasi pencabutan gigi. Wells kemudian berkeliling Eropa untuk memperkenalkan penggunaan gas ketawa sebagai zat anestetik sambil berharap banyak orang yang mempercayainya. Ketika Wells berkunjung ke Paris, Organisasi Kedokteran Paris (Paris Medical Society) tertarik dengan demontrasinya. Berbeda dengan masyarakat Boston yang mencemoohnya, masyarakat Paris justru menyanjungnya. Gas ketawa digunakan para dokter gigi Paris sebagai obat pemati rasa dalam operasi pencabutan gigi. Tidak heran jika di Paris berdiri kokoh patung Horace Wells sebagai tanda penghargaan masyarakat Paris atas sumbangsih Wells. Pada saat Wells merasa bahagia karena idenya diterima masyarakat Paris, ia kembali terluka. Pangkal masalahnya adalah surat William Morton yang mengabarkan bahwa ia berhasil menemukan eter sebagai anestetik pengganti gas ketawa. Wells sakit hati karena merasa idenya telah dicuri muridnya sendiri. Ia pun segera kembali ke New York. Masyarakat ternyata lebih mempercayai eter yang digunakan Morton sebagai anestetik dibandingkan gas ketawa. Wells semakin terpuruk tatkala mengetahui adanya penemuan kloroform sebagai anestetik. Dengan penemuan eter dan kloroform, penggunaan gas ketawa semakin dipandang sebelah mata. Meninggal bunuh diri Karena penasaran dengan khasiat kloroform sebagai anestetik, suatu hari pada bulan Januari 1848, Wells melakukan percobaan dengan menggunakan kloroform selama seminggu. Ia melakukannya sendiri. Akibat dari perbuatannya itu cukup mengerikan. Wells menjadi ketagihan dan lambat laun menjadi gila. Hingga suatu hari, dalam keadaan mabuk parah, Wells berlari ke jalanan dan menumpahkan asam sulfat yang mengenai dua orang wanita tuna susila. Atas tindakan brutalnya, ia dijebloskan ke penjara. Setelah sadar, Wells sangat menyesali tindakan bodohnya. Ia akhirnya putus asa dan mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri pada 23 Januari 1848. Wells menghirup kloroform, kemudian menyayat nadinya dengan silet. Sangat disayangkan, tokoh yang berjasa mengenalkan penggunaan obat bius dalam dunia kedokteran mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Horace Wells layak diberi penghargaan atas ide-ide cemerlangnya. Meskipun Horace Wells bukan penemu gas ketawa, dialah yang pertama kali menggunakan gas ketawa untuk tujuan medis. Pengakuan Wells sebagai penemu anestesi harus menunggu 18 tahun setelah kematiannya. Pada tahun 1864, Asosiasi Dokter Gigi Amerika Serikat memberikan penghargaan kepada Wells sebagai penemu anestesi. Empat tahun kemudian, Asosiasi Dokter Amerika mengikuti jejak Asosiasi Dokter Gigi Amerika Serikat dengan mengakui Wells sebagai penemu anestesi.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1280237