Archive for the ‘Indonesiaku’ Category

Meski tak diizinkan, HUT Israel tetap dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi

BOGOR (Arrahmah.com) – Meskipun mendapat kecaman dari berbagai elemen masyarakat dan Mabes Polri menolak memberi izin untuk mengadakan perayaan HUT Israel di Jakarta. Namun sekitar 28 orang tetap memperingati perayaan HUT Israel di sebuah hotel di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (14/5/2011).

“Perayaan sudah dilakukan tadi di sebuah hotel di Puncak. Sebelumnya kita menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu menyanyikan Hatikva dan membaca do’a Halil semacam do’a untuk orang Israel,” kata Direktur Eksekutif Indonesia-Israel Public Affair Committe (IIPAC), Benjamin Ketang kepada detikcom melalui telepon, Sabtu (14/5). Baca lebih lanjut

Iklan

Nekat, Komisi VIII DPR RI Ke Australia Lupa Email Dan Tidak Bisa Bahasa Inggris

Video di YouTube berjudul “Email Resmi Komisi 8 DPR RI” menjadi bahan pembicaraan masyarakat akhir-akhir ini. Video berisi dialog antara Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia dengan Komisi VIII DPR RI di Australia itu diunggah seseorang dengan nama ppiaLATROBE pada 30 April 2011.

Sejak diunggah di YouTube pada 30 April 2011 hingga Kamis, 5 Mei 2011 pukul 10.27 WIB, pengunjungnya sudah mencapai 64.391 pengunjung. Baca lebih lanjut

Islam Liberal Bisa Jadi Dasar Negara Indonesia Di Tahun 2014

“Sekiraya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami bukakan pada mereka keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang mereka lakukan”.(QS.7:96)

Satu-satunya Negara yang tidak jelas kelaminnya adalah Indonesia. Pertama ia tidak mau disebut negara sekular meskipun tidak menjalankan hukum Allah, tapi juga tidak mau disebut Negara agama meski agama kadang diboncengi untuk kepentingan politik.

Ahmadiyah yang digebuki orang tidak jelas, FPI yang disalahi. Rakyat yang minta membubarkan sekte sesat, tidak didengarkan. Tetapi, surat dari kongres dari Amerika untuk tidak membubarkan Ahmadi secepat kilat disambat. Baca lebih lanjut

10 Guru Besar Meminta Pemerintah Stop Kebohongan

Sesudah hiruk pikuk adanya pernyataan para tokoh agama yang berbicara tentang kebohongan pemerintah, dan menyebabkan Presiden SBY mengundang mereka ke Istana Negara, Senin kemarin, kini gilirannya para Guru Besar, di sejumlah kampus, mereka mendeklarasikan : “Stop Kebohongan Pemerintah”.

Nampaknya, langkah-langkah yang dilakukan para tokoh agama itu, bagaikan ‘bola salju’ yang terus menggelinding. Ini tentu membuat pemerintahan Presiden SBY, menjadi kocar-kacir menghadapinya. Bahkan, sekarang gerakan yang menuduh Din Syamsuddin, sebagai provokator. Baca lebih lanjut

Gaji PNS Naik, Gaji Pejabat Negara Tetap

Pemerintah akan menghapus honorarium pejabat negara yang berbeda-beda terlebih dahulu.

VIVAnews – Kendati sudah menaikkan gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS) sekitar 10-15 persen, pemerintah belum menaikkan gaji pejabat negara.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah akan menghapus honorarium pejabat negara yang berbeda-beda terlebih dahulu. “Kami ingin mengkonversi tunjangan dan honorarium itu supaya lebih konsisten dan sederhana,” kata dia di Jakarta, Jumat, 25 Maret 2011.

Menurut dia, pembahasan ini sudah cukup jauh, tinggal masalah finalisasi. Pihaknya juga sudah melakukan presentasi ke tim reformasi birokrasi. Baca lebih lanjut

Wong Ndeso Habiskan Rp 500 Ribu di Minimarket

Pengusaha minimarket melirik pedesaan untuk mengembangkan bisnisnya.

SURABAYA POST – Masih terbukanya bisnis pasar modern di pedesaan membuat pengusaha minimarket mulai melirik wilayah tersebut untuk mengembangkan bisnisnya. Perubahan budaya masyarakat yang makin suka kepraktisan yang ditawarkan pasar modern juga membuat pertumbuhan revenue (pendapatan) pasar modern semakin mentereng.

“Memang sekarang harus diakui ada perubahan kultur di masyarakat Indonesia yang lebih suka berbelanja di pasar modern daripada pasar tradisional atau warung,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Jatim, Abraham Ibnu, Kamis 3 Maret 2011..

Hal ini juga yang terungkap dalam survei Nielsen Indonesia yang menyebut belanja rumah tangga masyarakat perdesaan di minimarket selama 2010 naik 36% dari segi kunjungan. Sementara itu, total nilai belanja juga meningkat 87% dibanding kondisi pada 2007. Baca lebih lanjut

Tak Bangga Lagi Disebut Pak Tani…

KOMPAS.com — Bertani, bagi Daldiri (67), kini tak ubahnya bak perjudian. Bekal ilmu bercocok tanam ataupun strategi menaksir cuaca tak bisa lagi diandalkan. Cuaca ekstrem dan merebaknya hama membuat bulir-bulir padi di sawah petani hampa. Di tengah harga gabah yang tak berpihak kepada petani, ia merasa dimiskinkan.…

” Saya sampai tak bangga lagi kalau ada yang menyebut saya ini Pak Tani. Beda dengan 30-an tahun lalu saat banyak orang naik haji dari hasil bertani. Sekarang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya lebih sering utang kepada tengkulak,” tutur petani di Desa Pesawahan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu, Selasa (22/2/2011).

Saat ditemui, Daldiri sedang menanam benih padi di sawah seluas setengah bau atau 3.548 meter persegi (m) miliknya (1 bau sama dengan 7.096 meter persegi atau sekitar 0,7 hektar). Baca lebih lanjut