Pemkab Segera Teken MoU dengan PT. Pusri

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan melakukan penandatanganan perjanjian atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT. Pupuk Sriwijdjaja (Pusri) Palembang untuk mendirikan pabrik pupuk di Bojonegoro. Untuk mendukung rencana itu Pemkab Bojonegoro siap memenuhi kebutuhan gas Pusri dengan cara membeli dari Lapangan Gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, yang dioperatori oleh Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI).
“Dalam waktu dekat ini penandatanganannya (dengan Pusri) kita lakukan,” kata Bupati Bojonegoro Suyoto disela-sela pengukuhan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (19/3).

Dia menjelaskan, untuk memasok gas PT. Pusri itu Pemkab Bojonegoro melalui PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS), badan usaha milik daerah (BUMD), akan melakukan pembelian gas sebanyak 77 Million Metric Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD). Gas yang dibeli itu nantinya akan dijual kepada PT. Pusri untuk proses produksi pupuk.

“Pada intinya Pusri sudah siap membangun pabriknya di disini (Bojonegoro). Karena kita siap untuk memasok kebutuhan gasnya,” tegas Kang Yoto.

Sekarang ini, lanjutnya, pemkab terus melakukan komunikasi dengan Badan Pengawas Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP. Migas), Kementrian ESDM, Menteri Koordinator Ekonomi, dan ExxonMobil untuk meminta jatah pembelian gas dari Jambaran Blok Cepu.

“Prinsipnya baik pemerintah pusat dan ExxonMobil telah setuju dengan rencana pembelian gas oleh BUMD Bojonegoro. Karena kita telah meyakinkan mereka bila ada pengolahan gas disini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan daerah,” sergah Suyoto.

Menurut dia, pembelian gas dari Jambaran untuk memasok kebutuhan PT. Pusri ini merupakan upaya daerah dalam ikut andil kegiatan industri migas Blok Cepu. Sebab, bila gas itu hanya dijual pada, PT. PetroKimia, PT. PLN, dan Perusahaan Gas Negara (PGN), dinilai tidak memberikan banyak keuntungan bagi daerah. Sebab pengelolaan maupun produksi gas itu berlangsung diluar Bojonegoro.

“Sebab Bojonegoro hanya dilewati pipa gasnya saja. Tanpa bisa ikut andil apa-apa,” sergah ketua DPW. PAN Jatim ini.

Ditambahkan, berbeda lagi bila pengelolaan gas itu dilakukan atau berlangsung di Bojonegoro. Tentu akan dapat memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat dan daerah karena akan membuka peluang kerja maupun usaha bagi masyarakat Bojonegoro.

“Kita akan terus memperjuangankannya. Karena bila ini terealisasi akan membuka peluang kerja hingga ribuan,” ungkap Kang Yoto.

Sekadar diketahui, kandungan gas di Sumur Jambaran Blok Cepu diperkirakan mencapai 1,3 triliun kaki kubik dengan potensi pasokan 200 – 300 juta kaki kubik. ExxonMobil menargetkan sumur Jambaran ini dapat berproduksi pada 2014 mendatang. (dwi, kominfo)

Sumber : http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1078:berita-bojonegoro&catid=36:pemerintahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: