Rencana Agro Edukasi Pisang di Kedungadem

MEMPUNYAI tekad untuk menghabiskan sisa umurnya demi mengabdi di dunia pertanian, H SUharno SP MM yang telah menggeluti dunia tersebut, khususnya budi daya tanaman pisang, berniat mendirikan pusat agro edukasi pisang di lahan seluas 5 hektar miliknya. Yakni di Dusun Grogol, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem Bojonegoro.

“Rencananya di tengah-tengah kebun ini, akan saya dirikan bangunan sederhana, semacam pondokan,” terang Suharno. Ia sendiri mengaku telah menggeluti budi daya tanaman pisang sejak tahun 2000 lalu.

“Semuanya bermula di pekarangan seluas 100 m2. Lalu karena saya rasa menguntungkan, kemudian saya coba di lahan kritis ini,” terangnya. Saat ini, baru sekitar satu hektar tanaman pisang yang telah di budi dayakan oleh Suharno.

“Seluruhnya ada 1.000 pohon, tapi masih ada sisa lahan 4 hektar lagi,” tambahnya. Nantinya Suharno berjanji akan melayani siapapun yang datang ke tempatnya mengenai cara-cara budi daya pisang yang menguntungkan.

“Selain bila 5 hektar ini terpenuhi semua, masayarakat dapat bekerja disini. Insya Allah, kalau memang berminat juga dapat belajar mengenai budi daya pisang,” tambahnya. Suharno menjelaskan, bahwa tanaman pisang untuk di lahan kritis, jelas jauh lebih menguntungkan dari pada tanaman palawija lainnya.

“Para pembelinya sudah dating sendiri, nebang sendiri. Saat panenpun pembibitan hanya tiga tahun sekali, dengan jarak panen 3 sampai 5 bulan per panennya,” terang Suharno. Demi mewujudkan cita-citanya itulah, Suharno berharap peran dari pemerintah.

“Disini kami berharap ada pinjaman lunak, yang Insya Allah kami akan kembangkan untuk budi daya pisang tersebut selama 1,5 tahun saja,” ujar Suharno. Menurutnya, biaya budi daya tersebut adalah sebesar Rp 20 juta per hektarnya.

“Itu sudah termasuk pupuk, bikin lobang dan bibitnya. Karena bibit sampai disini adalah Rp 5.000,” tambahnya. Nantinya, menurut Suharano, untuk tiap hektarnya dapat menyerap tenaga kerja 7-10 orang.

Suharno mengaku memilih budi daya pisang karena berbagai pertimbangan, selain perawatan yang mudah dan dapat tumbuh dimana saja, calon pembeli dari hasil panenannya sudah pasti. “Para pembeli dari Jombang datang dan mencari ke lokasi, jadi tidak perlu ada biaya angkut,” tegasnya.

Selain itu, menurut data dari FAO, Suharno mengatakan bahwa kebutuhan manusia akan kandungan yang terdapat di dalam buah-buahan adalah sebanyak 2 ons per hari. “Untuk masayarakat pedesaan harga buah khan mahal, jadi alangkah baiknya kalau di masing-masing pekarangan ada tanaman pisang,” jelas Suharno. (Kominfo02/JK/REA)

Sumber : http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1016:rencana-agro-edukasi-pisang-di-kedungadem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: