Peternakan Bojonegoro Jadi Pusat Study Banding

Komisi B DPRD Pamekasan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bojonegoro untuk melihat keberhasilan bidang peternakan, Kamis (27/01/2011). Rombongan anggota dewan yang berjumlah sembilan orang ini diterima Wakil Bupati Setyo Hartono, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Soehadi Moeljono, Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan, Maftuhin, dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Tukiwan Yusa.

“Kami sangat tertarik dan ingin mengetahui terobosan yang dilakukan Pemkab sini (Bojonegoro) dalam mengembangkan sector peternakan. Salah satunya adalah program IB (iseminasi buatan) gratis,” kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pamekasan, Achmadi.

Achmadi menjelaskan, selain sektor peternakan, study banding kali pihaknya juga ingin mengetahui keberhasilan Bojonegoro dibidang pertanian, Koperasi, Usaha Mikro dan Menengah serta bidang perkoperasian.

“Apalagi tahun 2010 kemarin Bojonegoro juga mendapat penghargaan Nasional bidang Koperasi. Jadi kita juga ingin tahu bagiamana Pemkab sini dalam mengembangkan koperasi dan usaha kecil disini,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, sekarang ini, Kabupaten Pamekasan tengah melakukan inovasi Inseminasi Buatan (IB) Madurasin yang merupakan persilangan antara sapi Madura dan sapi Limosin.

“Kita memilih Bojonegoro karena disini sudah lebih dulu melaksanakan program IB. Karena itu, dengan penjelasan yang diberikan ini dapat kita gunakan untuk melaksanakan program IB yang tengah dilaksanakan di Pamekasan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Setyo Hartono menyatakan, kunjungan kerja ini merupakan sarana untuk bersilaturhami dan saling bertukar pengalaman. Sehingga pengalaman masing-masing Kabupaten dapat saling melengkapi sekaligus sebagai pembanding.

“Dengan saling bertukar pengalaman ini kita akan sama-sama bisa mengetahui kekurangan dan berupaya untuk menyempurnakannya,” sambung Setyo Hartono ketika menerima rombongan Komisi B.

Wabup menjelaskan, bahwa dari luas 230 ribu hektar di Kabupaten Bojonegoro ini 42,74 persen merupakan wilayah hutan, 32,2 persen dibidang pertanian, dan 24,13 persen wilayah pemukiman sedang sisanya merupakan lahan kosong dan pemakaman.

“Dengan konidisi wilayah seperti ini sangat stratgis untuk mengembangkan sector peternakan dan pertanian disini. Karena dua bidang ini saling berkaitan,” terangnya.

Ditambahkan, dengan program IB gratis yang dilaksanakan selama dua tahun ini telah menumbuhkan semangat masyarakat untuk berbudidaya kambing maupun sapi.

“Program ini (IB Gratis) telah mampu mengangkat perekonomian masyarakat disini,” pungkasnya. (Kominfo/PTI)

Sumber : http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=979:berita-bojonegoro&catid=37:content-berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: