Deputy Menkop Tertarik Kembangkan Kerajinan Bojonegoro

Sentra kerajinan kayu jati di Bojonegoro mampu menarik perhatian pejabat pemerintah pusat. Setelah sebelumnya Mentri Kehutanan Zulkiffli Hasan dan Mentri Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), Syarifudin Hasan, kini giliran Deputy Menteri Koperasi dan UKM bidang Pengkajian dan Sumber Daya Manusia, I Wayan Dipte, melakukan kunjungan kerja di sentra kerajinan furniture, di Bojonegoro, kamis (27/01/2011).

Dengan didampingi sejumlah pejabat dari kementerian koperasi, rombongan melihat dari dekat para pengrajin furniture di sentra-sentra yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Seperti di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro; Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo dan Desa Batokan Kecamatan Kasiman.

“Saya sangat kagum disini banyak potensi-potensi luar biasa yang perlu mendapat perhatian untuk dikembangkan,” kata I Wayan Dipte disela-sela melihat  sentra kerajinan kayu jati di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman.

Untuk itu, lanjut I Wayan, dari hasil kunjungan dibebarap lokasi sentra industri kerajinan kayu jati di Bojonegoro  ini pihaknya akan segera melakukan kajian. Agar konsep yang dibuat nanti dapat mendukung perkembangan dan kemajuan industri kerajinan Bojonegoro untuk bersaing dengan daerah lain. Sehingga kerjainan kayu jati disini mampu mengangkat pendapatan para perajin.

“Para pengrajin harus bersatu dan saling mendukung dan jangan merasa besar sendiri. Semua harus saling bersama-sama mengembangkan industri ini,” pesannya.

Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Suyoto menjelaskan, bahwa kunjungan kerja Deputy Menteri Koperasi dan UKM ke Bojonegoro ini mempunyai keinginan yang sama setelah kunjungan Menteri Koperasi yang lalu.

“Yakni ingin bersama-sama mengembangkan sentra kerajinan disini,” kata Bupati Suyoto Usai menerima Deputy Menteri Koperasi dan UMKM di Ruang Batik Madrim Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Suyoto menegaskan, kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan dari Kementerian Koperasi untuk memajukan usaha para pengrajin di Bojonegoro.

“Karena itu perlu mendapatkan support mengingat masih banyak keterbatasan dan kendala yang dihadapi perajin dalam mengembangkan usahanya,” pungkasnya. (Kominfo/PTI)

Sumber: http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=980:berita-bojonegoro&catid=37:content-berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: