Pemkab Lepas Tangan, Terkait Polemik Sumur Minyak Tua

BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro menyatakan tidak akan ikut campur alias lepas tangan terkait penanganan secara hukum blow out (semburan) di sumur D138 Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan. Termasuk juga sumur-sumur tua lainnya yang ada di Kecamatan Kedewan.
Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono menyatakan, keputusan tersebut sudah menjadi komitmen pemkab untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karena itu, sampai saat ini pemkab belum tahu sejauh mana perkembangan penyidikan kasus tersebut. “Semua itu

sudah menjadi wewenang dari aparat penegak hukum. Karena itu, kita tidak akan ikut campur,” tegasnya.

Hartono menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui isi rekomendasi yang dikirimkan komisi B DPRD kepada pemkab. Sebab, surat itu sendiri belum sampai ke tangannya. “Karena belum tahu, kami belum bisa bersikap,” katanya. Meski demikian, dia tetap minta agar Pertamina, sebagai pemilik wilayah, bersikap tegas. Hanya, Hartono enggan berkomentar soal penambangan yang dilakukan masyarakat secara tradisional tersebut. “Kalau itu memang sumur tua, tapi kebanyakan PT yang ilegal yang mengebor sumur baru,” imbuhnya.

Terkait sikap tegas pemkab menyusul kabar adanya jatah untuk muspika setempat, dia mengaku belum tahu. Alasannya, investigasi di lapangan masih terus berjalan. Sebab, akan dijatuhkan kalau bukti keterlibatannya jelas.

Yang pasti, lanjut dia, pemkab sudah mengagendakan untuk turun bersama BP Migas dan BUMD provinsi sesusai kesekapatan. Sebab, dalam kesepakatan awal masing-masing PT yang beroperasi di sana diberikan waktu 60 hari guna mengemasi peralatannya. “Bulan depan akan kita jadwalkan turun bersama,” imbuhnya.

Sumur minyak mentah di Desa Wonocolo, Hargomulyo, dan Beji, semua di Kecamatan Kedewan, ada 222 titik. Sumur-sumur itu peninggalan Belanda. Dari jumlah itu, ada 48 buah sumur minyak yang beroperasi. Produksinya berkisar 35.000 hingga 50.000 liter per hari. Kasus sumur tua kembali mencuat setelah kejadian blow out di sumur D138 di Desa Hargomulyo. Semburan minyak bercampur lumpur terjadi setelah PT Phoenix melakukan eksplorasi. Kini pemkab memperoses izin dua PT, salah satunya PT Phoenix. (ade/fiq)

Sumber : http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=166031

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: