Bendung Gerak Tetap Digarap Meski Memasuki Musim Penghujan

BOJONEGORO – Selama musim penghujan, pembangunan bendung gerak Bojonegoro (Bojonegoro Barrage) di Kecamatan Trucuk dan Kalitidu yang menelan biaya Rp 350 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tetap dikerjakan. Pengelola menjamin proses pembangunan bendung gerak tidak terganggu, meski banjir Bengawan Solo bakal datang.

Kepala Balai Besar Bengawan Solo Graita Soetadi mengatakan, proyek pembangunan bendung gerak yang dimulai awal 2009 lalu mengerjakan pondasi dasar bendung yang lokasinya di atas tanah di luar aliran Bengawan Solo. Karena itu, meski memasuki musim hujan, pembangunan bendung gerak masih berjalan dan tidak terganggu. “Yang saat ini dikerjakan, di samping membangun pondasi bendungan, juga blok-blok yang berfungsi mengalirkan air banjir Bengawan Solo,” katanya.

Graita menambahkan, secara teknis, bendung gerak akan ditutup saat memasuki musim kemarau, dan airnya ditampung di badan sungai. Semula, pembangunan bendung gerak dijadwalkan rampung pada 2012. Karena selalu terjadi kekeringan di musim kemarau di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Solo di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya, maka pembangunannya dipercepat rampung 2011.

Bendung gerak yang perencanaannya dimulai pada 2006 itu berada di lahan seluas 13 hektare (ha). Rinciannya, tujuh hektare (ha) di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, dan enam ha di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Fungsi bendung gerak bukan sebagai pengendali banjir, melainkan penyedia air.

Bendung gerak memiliki luas bentangan 504 meter, dengan tujuh pintu. Masing-masing pintu selebar 17,5 meter dengan tipe radial gate. Selain itu, juga dilengkapi dengan dua pintu pengatur debit, masing-masing selebar 17,5 meter. Bendung gerak memiliki panjang 1.841,752 meter dan mampu menampung 20 juta meter kubik air dan memiliki daerah tangkapan air seluas 12,467 km2.

Manfaat bendung gerak mampu mencukupi kebutuhan air irigasi pertanian lewat pompanisasi dengan debit 5.850 liter/detik di Kabupaten Blora dengan luas 665 ha, dan Kabupaten Bojonegoro seluas 4.949 ha. Selain itu, juga mencukupi kebutuhan air industri di Blora 118 liter/detik dan Bojonegoro 961 liter/detik. (ade)

Sumber : http://www.jawapos.co.id(Radar Bojonegoro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: