Kena PHK, Pekerja Pengeboran Datangi Disnaker

BOJONEGORO – Kemarin (30/3) sekitar puluhan pekerja pengeboran dari PT NYT (Nana Yamano Technik) salah satu sub kontraktor Joint Operating Body- Pertamina Petrochina East Java mendatangi Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos).

Mereka mendatangi kantor yang berada di jalan Panglima Sudirman Kota Bojonegoro sekitar pukul 10.00. Dengan maksud mengadukan nasibnya karena secara sepihak mereka di PHK oleh perusahaan migas ini. Serta mengadukan perusahaan terkait pembayaran yang diberikan kepada pekerja tidak sesuai dengan kesepakatan. Terlebih melanggar Undang-undang.

Saleh Huda, salah satu peserta aksi mengatakan jika dirinya melakukan kontrak dengan perusahaan hanya sekali. Yakni pada bulan 6 tahun 2006 dan sampai kini tidak ada perbaruan kontrak lagi. “Pekerja PT NYT banyak yang tidak diperhatikan, terutama terkait masa kontrak yang tidak jelas dan PHK sepihak” katanya.

Selain itu, para pekerja yang memakai seragam biru-biru ini, juga menuntut kepada perusahaan migas ini. Diantara tuntutanya, terkait pembayaran pesangon sesuai dengan Undang-undang berlaku. Uang cuti yang belum pernah dibayarkan selama tiga tahun. Bahkan mereka juga menuntut pembayaran uang trasnport dan lembur.

Sementara salah seorang perwakilan PT NYT yakni Weda yang juga menjabat Rig Support mengaku apa yang dilakukan perusahaannya sudah sesuai dengan aturan. Lebih lanjut, Staf PT NYT menjealskan jika kontrak NYT dengan JOB-PPEJ telah berakhir. Sehingga pihaknya harus melakukan perampingan pekerja dengan jalan PHK.

“Para pekerja juga menuntut masalah pesangon yang sebenarnya sudah terpenuhi dan diangsur saat penerimaan gaji bulanan,” lanjut Weda.

Akhirnya pengunjuk rasa kemarin diterima oleh Dinas Tenaga Kerja. Dan selanjutnya mereka mengadukan tuntutannya ke Disnaker untuk segera diselesaikan. Dan mereka juga berharap agar Disnaker mampu memberi solusi penyelesaian atas hak-hak pekerja yang diabaikan.

Sementara Joko Santoso Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Disnaker menjelaskan kepada pengunjuk rasa, jika pihaknya akan segera menindak lanjuti semuanya. Bahkan pihaknya berjanji akan memanggil dua belah pihak untuk membicarakan masalah ini. “Kemungkinan Kamis akan ada pertemuan antara perwakilan pekerja dengan managemen perusahaan di Disnaker,” ucapnya.

Dalam hal ini Disnaker hanya sebagai mediasi untuk menyelesaikan masalah kedua belah pihak. Bahkan jika problem ini tidak ada titik temu, bisa jadi akan diteruskan ke Pengadilan Hubungan Industrial. “Biasanya kasus antara pekerja dan perusahaan akan selesai di PHI Surabaya,” tambahnya. (rij)

Sumber : http://www.jawapos.co.id/(Radar Bojonegoro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: