Bank Dunia Tunjuk ITS sebagai Pusat Informasi

SURABAYA – World Bank menaruh kepercayaan pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengelola pusat informasi pembangunan di Indonesia. Hal itu ditandai peresmian ruang Indonesia Development Information Services (IDIS) yang diadakan di Perpustakaan ITS kemarin (30/3).

Peresmian IDIS tersebut ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Indonesia Country Director World Bank Joachim von Amsberg. Dia didampingi Pembantu Rektor IV ITS Prof Ir Eko Budi Djatmiko PhD. ”Dengan adanya IDIS ini, kami berharap ITS akan lebih terbantu,” kata Joachim.

Sebelum membuka IDIS di ITS yang tercatat sebagai pusat informasi ketiga, IDIS juga dibuka di UGM pada 2008. IDIS satu lagi berada di kantor perwakilan World Bank di Jakarta. April nanti World Bank juga berencana meresmikan pusat informasi serupa di Universitas Indonesia (UI).

Menurut Joachim, IDIS merupakan upgrade status dari Regional Information Outlet (RIO), sebuah jaringan informasi Bank Dunia namun masih berupa pojok kecil. Saat ini telah ada 16 RIO yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, baru empat yang berhasil ditingkatkan menjadi IDIS. ”RIO yang aktif melakukan kegiatan baru kami jadikan IDIS,” ujarnya.

Salah satu RIO aktif itu adalah di Kampus ITS yang dibentuk sejak 2005. Karena dianggap aktif dan sering mengadakan dialog serta diskusi tentang pembangunan, akhirnya RIO ITS dipercaya untuk naik status.

Dengan menjadi IDIS, pusat informasi tidak berupa stan di pojok perpustakaan saja. Tapi, direvisi menjadi satu ruangan sendiri. Untuk merevisi ruangan, World Bank membantu pendanaan dan peralatan multimedia. Di antaranya, tujuh unit komputer dan meja, printer laser, VCD player, akses internet, monitor LCD, dan proyektor LCD. ”Dengan semua fasilitas itu, user (pengguna) bisa search aktivitas dan kegiatan World Bank di seluruh dunia,” ujar Joachim.

Kepala Perpustakaan ITS Mansur Sutejo menyatakan, selama ini RIO sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena menyediakan banyak buku referensi tentang pembangunan yang didanai World Bank. Bukan hanya pembangunan, tapi juga aktivitas tentang lingkungan, ekonomi, kemiskinan, energi, bahkan tentang korupsi.

”Buku-buku dan informasi sering dimanfaatkan mahasiswa untuk membuat skripsi, juga bagi dosen untuk referensi mata kuliah,” jelas Mansur. Dengan peningkatan fasilitas, akses informasi tentang berbagai hal itu jelas dipastikan makin lengkap dan cepat.

Peresmian IDIS kemarin dilanjutkan dengan seminar nasional bertema Renewable Energy and Global Energy Crisis di lantai 2 perpustakaan. Selain Joachim, hadir sebagai pembicara Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi Departemen ESDM Ratna Ariati serta anggota Dewan Energi Nasional Ir Mukhtasor MEng PhD. (sha/hud)

Sumber : http://www.jawapos.co.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: