Rame-Rame Kembalikan Dana ke Kasda

Anggota DPRD Tak Ingin Terjerat Kasus Korupsi

Radar BOJONEGORO – Sebagian anggota DPRD Bojonegoro tak ingin terjerat hukum dalam kasus dugaan korupsi yang kini ditangani kejaksaan negeri (kejari) setempat. Karena itu, mereka memilih mengembalikan sejumlah dana ke kas daerah (kasda). Dana ini diperkirakan bagian dari anggaran yang ditambahkan untuk gaji mereka pada 2006.

Anggota komisi A DPRD setempat Sukur Priyanto mengakui ikut mengembalikan dana tersebut. Menurut dia, seluruh anggota komisinya telah mengembalikan dana itu ke kasda pekan lalu.

”Sesuai kesepakatan, pengembalian itu dikoordinasi pimpinan komisi,” kata pria yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Kota Ledre itu.

Sukur menyatakan bahwa langkah yang dilakukan komisinya merupakan wujud sikap kooperatif mereka. Meski demikian, dia mengkui hal itu tak lepas dari temuan BPKP yang menyebutkan bahwa terdapat kerugian negara akibat pencairan anggaran yang diterima anggota dewan pada 2006. Sumber wartawan koran ini menyebutkan, setiap anggota mengembalikan dana Rp 24 juta.

Seperti diberitakan, Humas Kejari Bojonegoro Sugeng Riyanta beberapa waktu lalu menyatakan bahwa hasil audit BPKP menemukan adanya dugaan penambahan gaji anggota dewan. Diduga, nominalnya Rp 2 juta untuk setiap anggota dewan per bulan selama 2006.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Bojonegoro Tamam Syaifuddin juga membenarkan adanya pengembalian uang oleh sejumlah anggotanya. ”Saya juga telah mengembalikan tadi (kemarin, Red). Untuk itu, saya mengimbau agar langkah ini diikuti anggota dewan yang lain,” kata dia saat dihubungi melalui ponselnya kemarin (2/12).

Bagaimana dengan kebocoran Rp 10,4 M yang disebutkan kejari? Tamam menyatakan, pihaknya masih menunggu kesimpulan akhir hasil audit BPKP. Jika nantinya ditemukan adanya dugaan kerugian negara, maka secara pribadi dia tak keberatan untuk mengembalikan uang tersebut.

”Mungkin saja, karena ketidakmengertian kami tentang sistem administrasi di setwan (sekretariat dewan) atau karena kelalaian, lalu timbul kerugian negara. Untuk itu, kami siap mengembalikan dana itu ke kasda,” tuturnya.

Hal itu, lanjut dia, tak hanya dapat terjadi pada dirinya, tapi juga unsur pimpinan yang lain serta anggota DPRD setempat. Sehingga, jika kesimpulan BPKP nanti menemukan adanya kerugian negara, dia mengimbau agar anggota dewan legawa untuk mengembalikan dana tersebut. (dim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: