Desember-Januari Berpotensi Banjir

Radar BOJONEGORO – Banjir luapan Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro potensial terjadi antara Desember (bulan ini) sampai Januari 2009.

”Saya tidak menakut-nakuti, tetapi semoga saja turunnya hujan tidak bersamaan agar banjir besar seperti kemarin (akhir 2007 hingga awal 2008, Red) tidak terulang,” kata Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo Bojonegoro Pudjo Buntoro dalam sosialisasi pembekalan teknis penanganan banjir di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro kemarin (2/12).

Sosialisasi itu diikuti 164 kepala desa yang tersebar di 15 kecamatan yang masuk daerah rawan banjir Bengawan Solo dan 27 camat di seluruh Bojonegoro. Juga, jajaran instansi terkait yang masuk dalam Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Bojonegoro.

Perkiraan tentang banjir itu menurut Pudjo berdasarkan perkiraan curah hujan pada Desember ini dan Januari nanti. Menurut dia, banjir besar pada akhir 2007 dan awal 2008 lalu bisa terulang jika di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di hulu Jawa Tengah dan Jawa Timur hujan bersamaan.

Dia menjelaskan, jika ketinggian permukaan air Bengawan Solo pada papan duga di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, antara 29,50-30,00 m dari permukaan laut, ketinggian permukaan air Bengawan Solo di wilayah kota Bojonegoro 14.00 m hingga 14.50 m. Dengan kondisi seperti ini, wilayah di Bojonegoro yang tergenang berupa sawah di 83 desa di 15 kecamatan mulai wilayah barat di Kecamatan Margomulyo hingga timur di Kecamatan Baureno (baca tabel).

Sesuai karakteristiknya, lanjut dia, perjalanan air Bengawan Solo dari Karangnongko hingga kota Bojonegoro berkisar 10 jam. ”Bahan untuk penanggulangan banjir seperti karung dan lainnya. Kalau kurang, Bojonegoro akan mendapatkan dropping dari Balai Besar Bengawan Solo di Solo,” katanya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Suharjono menyatakan, kesiapsiagaan pengamanan bagi masyarakat korban banjir di Bojonegoro akan dilakukan dengan meminta bantuan jajaran polres tetangga Bojonegoro yang tidak kebanjiran. Pertimbangannya, lanjut dia, kalau banjir yang terjadi sebagaimana banjir yang lalu, hampir 95 persen personel polres juga menghadapi masalah yang sama, mengamankan diri sendiri menghadapi bencana banjir. (ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: