Banyak Ditemukan Keramik Zaman Dinasti Ming dan Fosil Hewan Purba

Radar Bojonegoro, 13 Agustus 2008
Melihat Lebih Dekat Situs Kwangen di Desa Leran, Kalitidu

Banyak Ditemukan Keramik Zaman Dinasti Ming dan Fosil Hewan Purba

Jangan membayangkan situs adalah bangunan prasasti yang berdiri diatas tegalan. Situs Kwangen di Dusun Kwangen, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu hanya hamparan tegalan yang ditanami jagung. Disebut situs budaya Kwangen karena berada di Dusun bernama Kwangen. Nama kwangen karena ada punden bekas kademangan yang diperkirakan daerah perluasan kerajaan Majapahit.

Anas AG, Bojonegoro

———-

Jalan menuju situs Kwangen tidak mudah. Dari Desa Leran ke arah selatan sekitar 3 km. Dari SDN I Leran, ke arah selatan. Lewat jalan berbatu, harus melewati jalan setapak yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Lokasi situs sangat jauh dari perkampungan penduduk Desa Leran.

Tiba dilokasi, hanya ada papan bertuliskan, Situs Budaya Kwangen Lestarikan Aku. Disamping pohon itu ada pohon asem yang cukup rindang. Masuk lokasi situs ternyata tidak ada prasasti yang menandakan lokasi itu peninggalan zaman dahulu.

Di lokasi itu, hanya hamparan tegalan yang ditanami jagung yang sudah berumur tua. Kaki rrkeolog dari Universitas Udayana, Bali, Rochtri Agung Bawono sesekali menyepak daun-daun kering diatas tegalan. Tangan Rochtri lalu memungut seperti pecahan keramik dibalik daun-daun kering. ”Pecahan keramik ini bukan buatan zaman sekarang,”kata dia kepada Radar Bojonegoro yang ikut melakukan penelitian di situs kwangen itu.

Pecahan keramik itu, lanjut dia, dari bentuk dan teksturnya adalah buatan dari Tiongkok, tepatnya kerajaan Dinasti Ming sekitar abad 16-17. Pecahan keramik ternyata hampir semua lokasi di lokasi seluar 3 ha itu. ”Keramik zaman dinasti Ming karena dulu ada hubungan dagang dengan Dinasti Ming, yakni pada zaman Majapahit,”terang dia.

Rochtri dan bekas mahasiswanya, Nunung Dianawati mendapatkan tiga plastik. Bahkan, Rochtri menemukan pecahan keramik yang masih ada motifnya. Dia menduga, lokasi situs kwangen dulunya adalah perumahan padat penduduk. Rumah penduduk, dari kayu yang dibangun diatas batu.

Di dekat lokasi itu ada punden. Mitos penduduk setempat, punden itu merupakan bekas peristirahatan dari penguasa zaman dulu yang mendiami kwangen. ”Itulah tugas arkeolog untuk mencari situs ini bekas apa,”terang pria asal Solo, Jawa Tengah ini.

Penduduk setempat Mbah Surohadi yang ditemui Radar Bojonegoro membenarkan jika situs Kwangen dulunya adalah bekas kerajaaan. ”Dulu kademangan berdiri disini, punden itu dulu tempat istirahantnya demang,”ujar dia.

Di lokasi itu bukan hanya ditemukan keramik dan gerabah zaman dulu. Fosil-fosil purba ternyata juga ditemukan seperti cangkang kerang yang membatu dan fosil gajah purba seperti mastodon dan stakehodon.

Ditemukan fosil hewan purba di lokasi situs ini karena lapisan tanah di sekitar situs ternyata berumur 200 ribu-700 ribu tahun lalu. Lapisan tanah itu lebih muda jika dibandingkan dengan lokasi tanah di lokasi situs Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.

%d blogger menyukai ini: