Oktober sosialisasikan peringatan Banjir

Radar Bojonegoro, 11 Agustus 2008
BOJONEGORO-Perum Jasa Tirta I Malang Jawa Timur menjadwalkan pada Oktober mulai mensosialisasikan peringatan dini datangnya banjir yang diberi nama Monitoring Instrument Masyarakat ( MIM ) di Bengawan Solo di Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Kali Lamong Gresik.

‘ Saat ini Sepuluh unit perlatan peringatan dini sudah terpasang di tepi Bengawan Solo dan Kali Lamong, ” kata Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Mulyono kepada Radar Bojonegoro. Menuirutnya sepuluh peringatan dini banjir tersebut sudah di Bojonegoro, sebanyak 4 unit, mulai Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, di utara pasar besar Kota Bojonegoro, jembatan Padangan dan jembatan Kalikethek.

Di Tuban lanjut dia terpasang dua unit di Widang dan Plumpang, sedangkan di Lamongan dua unit dan di Gresik di Kali Lamong dua unit. Mulyono menambahkan di dalam pelaksanaan sosialisasi peringatan dini banjir tersebut akan melibatkan masyarakat di lokasi adanya peralatan peringatan dini banjir, juga perangkat desa.’Seba selanjutnya peralatan peringatan dini banjir yang pola kerjanya dengan mempergunakan aki kering tersebut, selanjutnya diserahkan masyarakat,’ tegasnya

Cara kerja peralatan tersebut, ketika ketinggian air masuk siaga I, terdengar bunyi sirene yang tidak terlalu keras tetapi bisa terdengar dalam radius 1 km. Setelah banjir terus merangkak naik, masuk siaga II terdengar suara sirene keras yang bisa terdengar di radius 2 km. ‘Kalau mendengar sirene malam hari , masyarakat jelas akan terbangun, sehingga bisa bersiaga , ” katanya.

Selain itu dia menambahkan PJT I Malang, katanya juga memprogramkam memasang 30 unit peringatan dini di sejumlah sungai di Jawa Timur, yang sering menimbulkan bencana banjir. (ade)

Air mancur alon-alon diubah jadi Air terjun

BOJONEGORO-Jika rencana ini disetujui maka air mancuri yang selama ini menjadi taman di tengah alon-alon kota Bojonegoro akan dirubah menjadi air terjun.

Sebab saat ini Dinas Kimpraswil Bojonegoro mengsulkan di PAK dana sebesar Rp 680 juta rupiah unutk mengubah taman ditengah alon-alon utara Kora Bojonegoro. Dana tersebut nantinya akan digunakan membuta air terjun dan patung belibis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kimprwasil Tejo Sukmono kepada Radar Bojonegoro. Dia menjelaskan usulan tersbeut akan dimasukan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK). ‘dan saat ini sedang finishing model dan bentuknya untuk diajukan,’ tegasnya

Yang jelas mantan kasubdin pengairan Dinas PU itu menuturkan air mancir yang ada saat ini dianggap kurang menarik dan kurang relevan lagi. Karrna itu lanjut dia pihaknya mengusullan diubah menjadi air terju. ‘Intynya air terjun dari tiga balok yang menjulang diatas dengan ouncaknya adalah patung burung belibis,’ ungkapnya

Pria itu menuturkan saat ini gambar yang akan diajukan sudah masuk finishing. Saat ini perubahan tambah dia adalah bentuk patung burung belibis yang mengepakkan sayap. ‘Dan burung belibis kan memang ikon Bojonegoro juga terkait sejarah kerajaan malowopati,’ tegasnya

Selain perubahan itu tambah dia dana sebesar itu juga akan digunakan membangun sarana bagi para Pedagang kaki Lima diseputaran alon alon kota Bojonegoro. Termasuk saran MCK nya juga,’ tegasnya

Tak hanys itu dia juga menuturkan bakal membangun sarana parkir di sebelah barat alon-alon utara. Sehingga akan ada tambahan pinut gerbang di sebelah barat alon-alon kota Bojonegoro. ‘Untuk PKL jika memang disetujui akan akan 90 lapak berukuran 2,5 kali 2,5 meter,’ tuturnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: