Kampungku

Kondisi Ge
ografis Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro memiliki luas sejumlah 230.706 Ha, dengan jumlah penduduk sebesar 1.176.386 jiwa merupakan bagian dari wilayah propinsi Jawa Timur dengan jarak ± 110 Km dari ibukota Propinsi Jawa Timur. Topografi Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo merupakan daerah dataran rendah, sedangkan di bagian Selatan merupakan dataran tinggi disepanjang kawasan Gunung Pandan, Kramat dan Gajah.
Dari wilayah seluas diatas, sebanyak 40,15 persen merupakan hutan negara, sedangkan yang digunakan untuk sawah tercatat sekitar 32,58 persen.
Sebagai daerah yang beriklim tropis, Kabupaten Bojonegoro hanya mengenal dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.
Untuk memonitor rata-rata curah hujan yang jatuh, di Kabupaten Bojonegoro tersedia sebanyak 22 buah stasion penangkar hujan yang tersebar di 16 kecamatan. Dari pantauan tersebut, tercatat jumlah hari hujan di Kabupaten Bojonegoro pada periode 3 tahun terakhir sejak tahun 2004 tercatat sebesar 60 hari, pada tahun 2005 naik menjadi 64 hari dan pada tahun 2006 turun lagi menjadi 61 hari. Sedangkan rata-rata curah hujan yang dimonitor oleh 16 stasion pengangkar hujan diatas, menunjukkan adanya keterkaitan dengan jumlah hari hujan. Tercatat, rata-rata curah hujan pada tahun 2004 sebanyak 106 mm, tahun 2005 naik sebanyak 146 mm dan pada tahun 2006 turun sebanyak 120 mm.
Sementara itu, untuk menanggulangi kekurangan air untuk keperluan pengairan lahan pertanian di musim kemarau, dilakukan dengan cara menaikkan air dari Sungai Bengawan Solo melalui pompanisasi. Pompanisasi ini tersebar di 8 kecamatan yang meliputi 24 desa.
Batas wilayah
Utara : berbatasan dengan Kabupaten Tuban
Timur : berbatasan dengan Kabupaten Lamongan
Selatan : berbatasan dengan Kabupaten Madiun, Nganjuk dan Jombang
Barat : berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan Blora (Jawa Tengah)
Letak Geografis
Bujur Timur : 111º25′ dan 112º09′
Lintang Selatan : 6º59′ dan 7º37′
Uraian
Dataran rendah : 18,71 persen pada ketinggian dibawah 25 m (Pusat Kota +15 m dpl)
Dataran tinggi : 81,29 persen pada ketinggian 25 m dpl
Kemiringan : < 2 % merupakan yang terluas, 2 s.d 14,99 % meliputi 36,16 persen wilayah > 15 persen merupakan 8,74 persen wilayah
Penggunaan Tanah
- Tanah sawah 32,65%
- Tanah kering 24,39%
- Hutan negara 42,74%
- Perkebunan 0,04%
- Lain-lain 0,18%
Kawasan Wisata
Kayangan Api
Sumber api alam terbesar di Asia dipercaya masyarakat memiliki kaitan dengan kegiatan spiritual pada jaman kerajaan Majapahit, sehingga setiap malam Jum’at Pahing banyak pengunjung yang melakukan acara spiritual. Pada PON XV tahun 2000, Kayangan Api juga dijadikan sebagai tempat pengambilan Api PON. Setiap 19 Oktober diselenggarakan acara Ritual Api Abadi untuk memperingati Hari Jadi Bojonegoro. Lokasi obyek wisata “Kayangan Api” terletak di sebelah selatan kota Bojonegoro, kira-kira 15 Km.
Wisata Waduk Pacal
Waduk seluas 3.878 Km 2 dengan kedalaman air 25 m dibangun oleh Belanda tahun 1938. Panoramanya indah ideal untuk kegiatan berperahu, sepeda air dan memancing. Upacara Larung Sengkarang dan Sedekah Bumi diselenggarakan setiap Jum’at Pahing antara bulan Oktober – Januari. Obyek wisata ini dapat dijangkau oleh semua kendaraan roda dua/empat dengan kondisi jalan yang bagus dan beraspal yang berjarak 30 Km arah selatan Kota Bojonegoro (ke jurusan Nganjuk).
Taman “Tirta Wana” Dander
Taman Wisata Tirta Wana Dander menawarkan segala potensinya kepada para wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah. Didukung oleh keindahan alam, serta pepohonan yang rindang menjadikan tempat wisata yang memiliki andalan kolam renang ini menjadi lebih nyaman sebagai tempat refreshing bagi anda sekeluarga.
Kolam renang yang tampak bersih dan sekelilingnya diberikan tempat-tempat santai ini airnya diambil dari sumber mata air yang tidak pernah berhenti dan sangat jernih. Selain itu di lokasi ini juga dibangun pesanggrahan dan penginapan. Cocok untuk tempat rekreasi anak-anak karena lokasi wisata tersebut dilengkapi dengan tempat bermain anak-anak
Padang Golf “Tirta Wana”
Sebagai salah satu sarana pelengkap olahraga di Bojonegoro, Padang Golf Tirta Wana merupakan salah satu tempat olahraga yang representatif bagi pecinta olahraga golf. Padang golf yang berlokasi satu kompleks dengan taman wisata Kolam Renang Tirta Wana ini menyediakan 3 hole dengan dilengkapi fasilitas yang memadai seperti shelter, mushola, kafe, dan toilet. Dengan latar belakang panorama hutan jati yang menawan, akan membuat kita merasa nyaman untuk bermain golf sambil menikmati indah dan sejuknya keindahan alam hutan jati. Padang Golf Tirta Wana bisa dijadikan salah satu alternatif lokasi pilihan bagi keluarga untuk berakhir pekan karena berlokasi satu kompleks dengan Kolam Renang Tirta Wana dan taman wisata hutan jati yang juga menyediakan sarana pesanggrahan dan penginapan. Lokasi obyek wisata ini terletak kira-kira 12 Km di sebelah selatan Kota Bojonegoro dengan jalan aspal hotmix menuju ke lokasi padang golf Tirta Wana.
Pesanggrahan Klino
Sebuah pesanggrahan yang sederhana tapi mengesankan.Pemandangan cukup alami. Terletak di Kecamatan Ngambon,dekat Kabupaten Madiun.Kabarnya,tempat ini cocok sekali bagi pengantin baru.Katanya,pengantin baru akan cepat mendapatkan keturunan.
Kaliketek
Terletak di Kecamatan Bojonegoro.Lokasinya di pinggir Sungai Bengawan Solo, dekat jembatan. Pemandangannya cukup asri.Konon,tempat ini sering dikunjungi orang-orang yang ingin mencari inspirasi.Sangat cocok bagi pengarang,pencipta lagu,pembuat puisi,seniman-seniman lukis,dll.
Taman Mliwis Putih
Sebuah taman bunga yang cukup cantik.Tidak begitu luas tapi cukup menarik.Terletak di Kecamatan Bojonegoro. Cocok untuk rekreasi anak-anak.
PERTAMBANGAN MINYAK BUMI SECARA TRADISIONAL
-
Lokasi yang ada di Desa Hargomulyo, Kawengan dan Wonocolo di Kecamatan Kedewen. Potensi migas yang terletak di Hargomulyo dikelola oleh KUD Bogosasono, yang di Wonocolo dikelola oleh KUD Bogosasono dan Pertamina, sedangkan yang di Kawengan dikelola oleh Pertamina.
-
Desa Banyu Urip di Kecamatan Ngasem, dikelola oleh MCL Cepu.
-
Desa Ngampel di Kecamatan Kapas, dikelola oleh Devon.
Penambangan minyak bumi secara tradisional ini merupakan satu-satunya penambangan minyak bumi yang langka sehingga sangat layak dan cocok untuk daerah tujuan wisata. Hal ini sangat penting mengingat sifat keunikannya, yakni dalam menimba minyak dari perut bumi hanya ditarik dengan tenaga manusia sejauh 2,5 km per sekali menimba, sehingga setiap harinya harus berjalan kaki menarik timba itu sejauh 10 km dengan naik turun daerah pegunungan dengan dilatarbelakangi panorama hutan jati yang indah dan rindang.
GOA DEPA
Dulunya dipakai sebagai tempat penambangan batu yang akhirnya terbentuk goa, dengan ketinggian dinding atas antara 2-3 meter dan memiliki lebar 20 meter serta panjang 40 meter. Ini adalah tempat ideal untuk tempat rekreasi keluarga dengan lokasi dekat perkampungan, kecarmatan Temayang.
GOA LOWO
Karena dipakai sebagai tempat kelelawar, maka goa ini oleh masyarakat dikenal dengan sebutan Goa Lowo. Goa yang bentuknya seperti batok kelapa tengkurap “memiliki ketinggian dinding atas lebih dari 10 meter dengan diameter 30 meter.
(Diambil dari : students.ukdw.ac.id/~22022905/index.htm)
6 comments so far
Leave a reply

mo nanya mas…itu kayangan api sama gag ya sama yg di sebut mrapen?? yg katanya gag pernah mati??
Sory mas sitidjenar baru bisa balas, memang sama mas kayangan api dengan mrapen, betul memang gak pernah mati.
Salam kenal mas , Bojonegoronya mana mas .
Saya jauh di Bontang .Ok smoga sukses slalu
salam sukses bojonegoro,smoga pembangunan akan trus berlanjut,
Bengawan Solo juga berpotensi untuk dijadikan wisata air, dibuat pembangkit listrik mikrohidro untuk menerangi pedesaan (dengan turbin horisontal yang tdk butuh ketinggian), untuk mengairi sawah saat musim kemarau yg kekeringan… nah kan bisa mengubah musibah jadi berkah…
endi; http://www.kang-endi-center.com
Wana Wisata Dander adalah tempat permainan ku, suka duka tercurah di sungai yang tahun 1990 masih banyak ikan-ikan, dan airnya yang jernih.
Mari kita sama-sama membangun kota kita menjadi kota yang indah dan asri.