Arsip untuk ‘Bojonegoro’ Kategori

Bupati Harapkan PNS Kecamatan Bubulan Kembangkan Perekonomian

Sebagai aparatur Pemerintah diharapkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kecamatan Bubulan untuk dapat menjadi pelopor dalam mengembangkan ekonomi diwilayahnya masing-masing utamanya adalah di Kecamatan Bubulan atau sebagai pilot project. Demikian diantara sambutan pengarahan Bupati H. Suyoto, Selasa (28/7) kemarin di Pendopo Kecamatan Bubulan.

Bupati menjelaskan, kita sebagai aparatur pemerintah harus memiliki inovasi dan terobosan dalam pembedayaan ekonomiuntuk meningkatkan kesejahteraan. Terlebih lagi sekarang kondisi jalan yang semakin baik. Dengan demikian akan mampu meningkatkan dan mengembangkan perekonomian baik itu dengan mendirikan usaha maupun lainnya yang dapat membuka peluang sekaligus mendapatkan nilai tambah. Menurut Bupati, jalan adalah salah satu akses untuk membuka jalur perekonomian. Namun ini semua bergantung dengan penduduk dan PNS untuk memotorinya sehingga akan membukaekonomi baru seiring dengan kondisi jalan yang semakin baik. Bupati mencontohkan pengembangan perekonomian ini dapat diwujudkan dengan membuat kolam ikan ataupun lainnya dengan melihat potensi lokal yang ada atau sesuai dengan karakteristik wilayah.

Masih dalam pengarahannya, Bupati menjelaskan bahwa selama ini mata pencaharian pokok masyarakat Kecamatan Bubulan adalah bercocok tanam dan pencari kayu bakar. Akan tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan dapat dicari upaya terobosan baik itu bidang peternakan maupun bidang lainnya. Dengan ini PNS diharapkan mampu mempelopori dan senantiasa untuk melakukan pantauan dilapangan.

Dalam kesempatan ini, camat Kecamatan Bubulan Kusbianto menyambut baik arahan Bupati ini. Pihaknya berjanji akan menindak lanjuti apa yang menjadi arahan Bupati ini yakni baik sebagai pilot project dan senantiasa melakukan inovasi untuk mengembangkan perekonomian.

Atas apa yang disampaikan Camat ini Bupati memberikan apresiasi dan tiga bulan kedepan Bupati akan kembali mengunjungi Kecamatan Bubulan untuk melihat hasil dan kemajuan pengembangan bidang perekonomian.

Sebelumnya Bupati beserta rombongan yang terdiri dari staf ahli dan Kepala Bagian, Dinas terkait kembali melakukan inspeksi beberapa proyek pembangunan jalan di Kecamatan Kapas- Sukosewu-Temayang-Sugihwaras-Bubulan dan Jalanmenuju arah Desa Deling Kecamatan Sekar.

Sama seperti sidak sebelumnya Bupati tidak segan untuk menghentikan proyek apabila terindikasi tidak sesuai dengan spek yang ada dan untuk dilakukan kajian ulang sekaligus perbaikan mutu proyek sesuai dengan ketentuan. (Humas)

Sumber : http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?pModule=ca2c9v90170ODMzw25ebb&pSub=ca2c9G90170DvOzy25ebb&pAct=ca2c990170RzDQ4$25ebb&id=1824

Diknas-Dinkes Lounching Program Sehat

BOJONEGORO – Guna menyongsong masyarakat yang cerdas dan sehat. Kemarin (30/3) Diknas bekerjasama dengan Dinkes membuat terobosan baru untuk mewujudkan

Hal tersebut. Terobosan dari dua dinas pemeritnahan ini difokuskan penanaman hidup sehat di Sekolah Dasar (SD) dan Posyandu. “Terobosan ini dikemas dalam program sehat,” kata Zaenudin saat menjadi Keynote Speaker dalam acara kemarin (30/3).

Zaenuddin menambahkan jika terobosan ini begitu urgen, lantaran sebagai penyadaran perilaku bersih dan sehat kepada masyarakat pada umumnya. karena sejauh ini, hidup sehat mulai ditinggalkan oleh masyarakat, terutama untuk siswa SD.

Sebab itu, pihaknya dengan sengaja menggandeng Dinkes dalam hal ini guna menunjang terobosan ini. Semantara program sehat untuk siswa diterapkan di tingkat SD. Dengan alasan program sehat perlu diajarkan ke anak-anak sejak dini. Sementara program sehat yang ditujukan ke masyarakat sekitar diwakili tim dari Posyandu untuk menunjang progaram tersebut.

Dengan terobosan ini diharapkan agar siswa di tingkat SD mampu berprilaku bersih. Dan perilaku bersih ini ditunjang dari tim relawan yang sudah di tujuk dari berbagai kecamtan. Pihaknya menyontohkan, budaya bersih seperti membiasakan cuci tangan untuk para siswa SD. Sementara, untuk tingkat masyarakat, budaya bersih dibebankan kepada Posyandu masing-masing. “Tanpa sehat, mana mungkin bisa cerdas,” tambahnya.

Peserta acara ini sebanyak 200 orang. Dengan rincian 100 peserta dari tim relawan sekolah SD/MI. Serta 100 peserta dari tim relawan kesehatan masing-masing daerah yang diwakili staf Posyandu. “Peserta mungkin sudah cukup untuk mewakili setiap kecamatan untuk program sehat ini,” tambah pria yang tinggal di Desa Klangon kecamatan kota.

Selain dari Diknas, peserta yang berjumlah 200 orang ini juga mendapat penjelasan dari perwakilan Dinkes. Namun, dari pihak Dinkes yang diwakili Turinah, salah satu stafnya lebih menggambarkan tentang pentingnya hidup sehat. Sebab budaya hidup sehat mampu menepis penyakuit masyarakat. “Hidup sehat bisa terwujud dari penanaman sejak dini,” katanya disaat menyampaikan materi program sehat kemarin. (rij)

Sumber : http://www.jawapos.co.id/ (Radar Bojonegoro)

Kena PHK, Pekerja Pengeboran Datangi Disnaker

BOJONEGORO - Kemarin (30/3) sekitar puluhan pekerja pengeboran dari PT NYT (Nana Yamano Technik) salah satu sub kontraktor Joint Operating Body- Pertamina Petrochina East Java mendatangi Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos).

Mereka mendatangi kantor yang berada di jalan Panglima Sudirman Kota Bojonegoro sekitar pukul 10.00. Dengan maksud mengadukan nasibnya karena secara sepihak mereka di PHK oleh perusahaan migas ini. Serta mengadukan perusahaan terkait pembayaran yang diberikan kepada pekerja tidak sesuai dengan kesepakatan. Terlebih melanggar Undang-undang.

Saleh Huda, salah satu peserta aksi mengatakan jika dirinya melakukan kontrak dengan perusahaan hanya sekali. Yakni pada bulan 6 tahun 2006 dan sampai kini tidak ada perbaruan kontrak lagi. “Pekerja PT NYT banyak yang tidak diperhatikan, terutama terkait masa kontrak yang tidak jelas dan PHK sepihak” katanya.

Selain itu, para pekerja yang memakai seragam biru-biru ini, juga menuntut kepada perusahaan migas ini. Diantara tuntutanya, terkait pembayaran pesangon sesuai dengan Undang-undang berlaku. Uang cuti yang belum pernah dibayarkan selama tiga tahun. Bahkan mereka juga menuntut pembayaran uang trasnport dan lembur.

Sementara salah seorang perwakilan PT NYT yakni Weda yang juga menjabat Rig Support mengaku apa yang dilakukan perusahaannya sudah sesuai dengan aturan. Lebih lanjut, Staf PT NYT menjealskan jika kontrak NYT dengan JOB-PPEJ telah berakhir. Sehingga pihaknya harus melakukan perampingan pekerja dengan jalan PHK.

“Para pekerja juga menuntut masalah pesangon yang sebenarnya sudah terpenuhi dan diangsur saat penerimaan gaji bulanan,” lanjut Weda.

Akhirnya pengunjuk rasa kemarin diterima oleh Dinas Tenaga Kerja. Dan selanjutnya mereka mengadukan tuntutannya ke Disnaker untuk segera diselesaikan. Dan mereka juga berharap agar Disnaker mampu memberi solusi penyelesaian atas hak-hak pekerja yang diabaikan.

Sementara Joko Santoso Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Disnaker menjelaskan kepada pengunjuk rasa, jika pihaknya akan segera menindak lanjuti semuanya. Bahkan pihaknya berjanji akan memanggil dua belah pihak untuk membicarakan masalah ini. “Kemungkinan Kamis akan ada pertemuan antara perwakilan pekerja dengan managemen perusahaan di Disnaker,” ucapnya.

Dalam hal ini Disnaker hanya sebagai mediasi untuk menyelesaikan masalah kedua belah pihak. Bahkan jika problem ini tidak ada titik temu, bisa jadi akan diteruskan ke Pengadilan Hubungan Industrial. “Biasanya kasus antara pekerja dan perusahaan akan selesai di PHI Surabaya,” tambahnya. (rij)

Sumber : http://www.jawapos.co.id/(Radar Bojonegoro)

Banjir Belum Tinggalkan Jatim, Enam Kabupaten Masih Terendam Air

BOJONEGORO – Banjir belum mau meninggalkan Jawa Timur. Kemarin, setidaknya ada enam kabupaten di propinsi ini yang terendam banjir. Yakni, Lamongan, Tuban, Madura, Mojokerto, Pasuruan dan Jember.

Banjir di Lamongan dan Tuban, masih terkait dengan luapan air Bengawan Solo. Namun, kali ini yang meluap adalah anak sungai Bengawan Solo. Jumlah Rumah penduduk yang terendam kian bertambah. Sejumlah jalan kabupaten juga lumpuh. Padahal, sehari sebelumnya rumah penduduk yang terendam banjir berkurang.

Data yang dihimpun koran ini, jalan kabupaten antara Turi-Kalitengah lumpuh karena terendam banjir setinggi satu meter di ruas jalan antara Desa Tiwet dan Dusun Glumo Kalitengah.

Selain itu, jalan kabupaten antara Sukodadi-Karanggeneng juga tergenang air setinggi sekitar setengah meter pada dua ruas, yakni antara Banjarmadu-Pucangro dan Sungelebak-Simo, Kecamatan Karanggeneng.

”Kalau jalan Kalitengah-Turi tidak bisa dilewati, jalan alternatifnya melalui Karanggeng-Sukodadi. Tetapi, jalan alternatif itu juga banjir sehingga saya kebingungan untuk pulang ke rumah,” kata Kalam, warga Kalitengah yang bekerja di Kota Lamongan kemarin.

Di Mojokerto, curah hujan tinggi yang terus mengguyur di kabupaten ini juga kembali menimbulkan banjir di sejumlah titik. Setidaknya, ribuan hektare sawah, ratusan rumah, dan beberapa kilometer ruas jalan desa tergenang air hingga semeter.

Banjir terjadi di Kecamatan Dawarblandong, Trowulan, Mojoanyar, Mojosari, dan Bangsal. Di Kecamatan Bangsal, 700 kepala keluarga (KK) di enam desa harus merelakan rumah mereka terendam. Yakni, Desa Salen, Mojotamping, Mejoyo, Ngrowo, dan Pekuwon.

Banjir parah juga terjadi di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar. Banjir di daerah tersebut menyebabkan ratusan rumah terendam sejak Rabu malam (4/3). “Air mulai masuk rumah sekitar pukul 19.00. Tingginya semata kaki,” jelas Srianti, 46, warga sekitar.

Sama halnya dengan Lamongan, Tuban dan Mojokerto, Sampang kali ini juga kedatangan air bah. Banjir kali ini merupakan kali ketiga dalam dua pekan ini. Tapi, banjir kemarin (5/3) lebih besar daripada dua kejadian sebelumnya. Banjir itu akibat derasnya hujan yang mengguyur Sampang selama delapan jam mulai Rabu (4/3) pukul 20.00 dan meluapnya Kali Kemoning.

Banjir juga melanda Kecamatan Camplong. Akibatnya, jalur menuju tiga kecamatan terputus karena tergenang air. Yakni, jalur Sampang-Omben, Sampang-Camplong, dan Camplong-Omben. Hingga berita ini ditulis pukul 16.00 kemarin, genangan air belum surut.

Berdasar pantauan koran ini, ada tujuh lokasi di kawasan kota yang tergenang air luapan Kali Kemoning. Yakni, Desa Panggung, Desa Tanggumong, Desa Pangilen, Desa Paseyan, Kelurahan Dalpenang, Kelurahan Gunong Sekarang, dan Kelurahan Rongtengah. Ketinggian air berkisar antara 0,5-1 meter.

Sementara itu, hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukorambi, Jember selama tiga jam menyebabkan kemacetan cukup panjang sore kemarin (5/3). Akibatnya, Sungai Jubung di sebelah timur Terminal Tawangalun tak mampu menampung luberan air. Akibatnya, arus lalu lintas macet karena jalan tergenang air setinggi 50 cm. Bahkan, areal persawahan dan rumah warga tak luput dari genangan air.

“Banjir terjadi karena sungai di belakang terminal Tawangalun meluap,” kata Parto, salah seorang warga, kemarin. Menurut dia, banjir di sebelah timur terminal kerap terjadi. Penyebabnya, aliran sungai tidak lancar karena tersumbat. “Tapi, banjir kali ini paling besar,” ungkapnya. (jpnn/zen/end)

Sumber : Radar Bojonegoro)

Pemkab-Perhutani Teken MoU Wisata Hutan, Kawasan Dander Bakal Jadi Waterpark

BOJONEGORO – Tak lama lagi Bojonegoro akan mempunyai tempat wisata andalan. Kemarin, Bupati Bojonegoro Suyoto menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Direktur Utama (Dirut) Perum Perhutani Upik Rosalina tentang pengembangan wisata di kawasan hutan di Bojonegoro. Sejumlah lokasi wisata disiapkan, antara lain wisata Dander, wisata hutan di Sekar, wisata minyak tradisonal di Kedewan, wisata watu jago (Margomulyo) dan wisata Kahyangan Api (Ngasem). ”Pengembangan hutan termasuk pengembangan wisata,” kata Bupati Bojonegoro Suyoto kepada Radar Bojonegoro kemarin. MoU nomor 188/01/MOU/412.11/2009 dan 9/SI/DIR/2009 ditandatangani di Gedung Perhutani lantai II Jawa Timur di Surabaya. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Perhutani Unit II Jawa Timur Tedjo Rumekso serta Pelaksana Tugas Harian Sekkab Bojonegoro Soehadi Moeljono. Suyoto menambahkan dari sejumlah lokasi wisata yang disiapkan, kawasan wisata Dander bakal digarap lebih dulu. Rencananya kawasan wisata Dander akan disulap seperti Jatim Park di Batu.Pengembangan wisata Dander akan dilakukan dengan Perhutani KPH Bojonegoro. ”Dan saya inginnya bulan ini segera ditindak lanjuti,” tegasnya Sementara itu, pelaksana Tugas Harian Sekkab Bojonegoro Soehadi Moeljono kepada Radar Bojonegoro menjelaskan selain berisi pengembangan wisata hutan juga berisikan mengenai perindustrian, perdagangan dan perkoperasian. ”MoU ini hanya sebagai awal dari sebuah kerjasama besar antara pemkab dan perhutani,” tuturnya Dia juga menerangkan, setelah penandatanganan MoU dengan Perhutani, pihaknya bakal menindaklanjuti perjanjian kerjasama dengan KPH yang berada di Bojonegoro. ”Namun kita butuh beberapa hari untuk membicarakan detilnya,” imbuhnya Seperti diberitakan sebelumnya MoU itu sendiri bermula saat kunjungan Dirut Perum Perhutani Upik Rosalina ke Bojonegoro beberapa waktu lalu. Upik ditemui langsung Bupati Bojonegoro Suyoto membicarakan potensi wisata di kawasan hutan yang masuk wilayah Bojonegoro. (ade)

Sumber : Radar Bojoengoro (http://www.jawapos.co.id/)

Halaman Berikutnya »