Arsip untuk Agustus, 2009|Halaman arsip bulanan

Bupati Harapkan PNS Kecamatan Bubulan Kembangkan Perekonomian

Sebagai aparatur Pemerintah diharapkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kecamatan Bubulan untuk dapat menjadi pelopor dalam mengembangkan ekonomi diwilayahnya masing-masing utamanya adalah di Kecamatan Bubulan atau sebagai pilot project. Demikian diantara sambutan pengarahan Bupati H. Suyoto, Selasa (28/7) kemarin di Pendopo Kecamatan Bubulan.

Bupati menjelaskan, kita sebagai aparatur pemerintah harus memiliki inovasi dan terobosan dalam pembedayaan ekonomiuntuk meningkatkan kesejahteraan. Terlebih lagi sekarang kondisi jalan yang semakin baik. Dengan demikian akan mampu meningkatkan dan mengembangkan perekonomian baik itu dengan mendirikan usaha maupun lainnya yang dapat membuka peluang sekaligus mendapatkan nilai tambah. Menurut Bupati, jalan adalah salah satu akses untuk membuka jalur perekonomian. Namun ini semua bergantung dengan penduduk dan PNS untuk memotorinya sehingga akan membukaekonomi baru seiring dengan kondisi jalan yang semakin baik. Bupati mencontohkan pengembangan perekonomian ini dapat diwujudkan dengan membuat kolam ikan ataupun lainnya dengan melihat potensi lokal yang ada atau sesuai dengan karakteristik wilayah.

Masih dalam pengarahannya, Bupati menjelaskan bahwa selama ini mata pencaharian pokok masyarakat Kecamatan Bubulan adalah bercocok tanam dan pencari kayu bakar. Akan tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan dapat dicari upaya terobosan baik itu bidang peternakan maupun bidang lainnya. Dengan ini PNS diharapkan mampu mempelopori dan senantiasa untuk melakukan pantauan dilapangan.

Dalam kesempatan ini, camat Kecamatan Bubulan Kusbianto menyambut baik arahan Bupati ini. Pihaknya berjanji akan menindak lanjuti apa yang menjadi arahan Bupati ini yakni baik sebagai pilot project dan senantiasa melakukan inovasi untuk mengembangkan perekonomian.

Atas apa yang disampaikan Camat ini Bupati memberikan apresiasi dan tiga bulan kedepan Bupati akan kembali mengunjungi Kecamatan Bubulan untuk melihat hasil dan kemajuan pengembangan bidang perekonomian.

Sebelumnya Bupati beserta rombongan yang terdiri dari staf ahli dan Kepala Bagian, Dinas terkait kembali melakukan inspeksi beberapa proyek pembangunan jalan di Kecamatan Kapas- Sukosewu-Temayang-Sugihwaras-Bubulan dan Jalanmenuju arah Desa Deling Kecamatan Sekar.

Sama seperti sidak sebelumnya Bupati tidak segan untuk menghentikan proyek apabila terindikasi tidak sesuai dengan spek yang ada dan untuk dilakukan kajian ulang sekaligus perbaikan mutu proyek sesuai dengan ketentuan. (Humas)

Sumber : http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?pModule=ca2c9v90170ODMzw25ebb&pSub=ca2c9G90170DvOzy25ebb&pAct=ca2c990170RzDQ4$25ebb&id=1824

Permainan Menggunakan Gelombang Otak

Pemain harus menggerakkan bola dengan kekuatan gelombang otak.

Permainan Gelombang Otak

Permainan Gelombang Otak

VIVAnews – Mengasah kemampuan otak kita tak hanya dilakukan dengan cara belajar. Dengan bermain, kalian juga dapat mengasah imajinasi dan kreativitas.

Ada sebuah permainan unik yang diciptakan baru-baru ini. Permainan tersebut dinamakan Mattel Mind Flex dan Uncle Milton’s The Force Trainer. Yang menarik adalah untuk memainkannya kita harus menggunakan kekuatan otak, karena permainan ini digerakkan oleh gelombang otak.

Permainan itu dibuat oleh perusahaan mainan NeuroSky. Permainan Mind Flex terdiri atas bola dan alat khusus yang ditempel di kepala. Kita harus membuat bola bergerak dengan kekuatan gelombang otak. Pada kepala pemain akan dipasangkan semacam alat yang bisa menyalurkan gelombang otak dan bisa menggerakkan bola-bola itu.

“Permainan tersebut menggunakan teknologi electroencephalography (EEG). Yaitu teknologi untuk mengukur sinyal elektrik yang dipancarkan otak,” kata Jim Sullivan dari NeuroSky.

Sinyal tersebut akan meneruskan gelombang yang akan menggerakan bola-bola. Tiap orang memiliki kekuatan yang berbeda-beda dan bisa saja bola yang ada tidak bergerak jika perhatian orang yang memainkannya tidak fokus. Dengan pikiran yang fokus, sinyal otak akan memicu gerakan pada bola, jadi untuk memainkan permainan ini harus memiliki konsenterasi tinggi.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=105034271#post105034271

Bahan Bakar dari Cokelat

Cokelat yang lezat ternyata bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

Cokelat

Cokelat

VIVAnews – Cokelat memang bahan makanan yang memiliki banyak manfaat, tidak hanya bisa diolah menjadi makanan dan minuman, limbahnya pun masih bisa digunakan. Limbah cokelat yang berasal dari pabrik pembuatan cokelat ternyata bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar kendaraan.

Para peneliti dari University of Warwick, Inggris, mengatakan limbah cokelat adalah salah satu bahan bakar alami tercepat. Bahan bakar cokelat itu terbuat dari limbah pabrik cokelat, minyak sayur dan serat tumbuhan.

Dengan bahan baku yang alami, para peneliti mengharapkan bisa menciptakan bahan bakar natural yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga membuat kendaraan mampu melaju dengan cepat.

Selain itu, mereka juga membuat mobil yang ramah lingkungan. Kemudi mobil terbuat dari wortel dan tumbuhan berakar. Tempat duduknya dari jerami dan rangka mobilnya terbuat dari serat tumbuhan.

Mobil tersebut akan diikutsertakan dalam pertandingan Formula 3. Mobil yang diberi nama WorldFirst Formula 3 Racing Car ini akan dipamerkan dalam European Grand Prix dan Britain’s Goodwood Festival of Speed di Inggris.

“WorldFirst Formula 3 Racing Car menunjukkan bahwa mobil yang berbahan bakar alami juga bisa melaju dengan cepat dan tidak menimbulkan banyak polusi,” kata James Meredith, kepala peneliti.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=105034437#post105034437

Warren Buffett, Terkaya Dunia yang Tetap Bersahaja

Omaha bukanlah kota besar yang gemerlap. Namun, warga kota di negara bagian Nebraska, Amerika Serikat (AS), berpenduduk sekitar 400.000 ini boleh berbangga. Mereka memiliki seorang warga yang sangat terhormat dan bisa dibanggakan hingga ke seluruh penjuru dunia.

Dialah orang terkaya kedua di dunia, Warren Edward Buffett, bos perusahaan investasi Berkshire Hathaway. Warga kota terkadang secara tidak sengaja bertemu dengan Buffett di toko, restoran, atau di jalan-jalan kota tanpa merasakan bahwa dia adalah orang terkaya kedua dunia dengan kekayaan sekitar USD37 miliar (sekitar Rp380 triliun). Buffett yang lahir di Omaha pada 30 Agustus 1930 memulai usahanya sejak dini dengan menjadi loper koran di kotanya ini.

Pada awal 1960-an, Buffett mulai berinvestasi di Berkshire yang saat itu merupakan perusahaan pembuat tekstil. Buffett kemudian menjadikan Berkshire sebagai perusahaan induk untuk lebih dari 50 perusahaan.
Buffett sering disebut sebagai Sage of Omaha oleh para investor karena dia hanya berinvestasi pada perusahaan-perusahaan besar yang mudah dimengerti bisnisnya, mendominasi pasar saham, serta memiliki pendapatan konsisten manajemen kuat. Pada 2008 lalu, Buffett bahkan sempat menggeser posisi pendiri Microsoft Corp, Bill Gates, sebagai orang terkaya di dunia.

Kendati telah menjadi miliarder, gaya hidup Buffett yang sederhana tetap melekatinya sampai sekarang dan membuat para warga kota mengenalnya dengan akrab di berbagai pertemuan.Rumahnya di kawasan Dundee, Omaha, juga sederhana tanpa memperlihatkan model dan arsitektur sebagai rumah orang kaya raya dunia. Ketika harian Seputar Indonesia (SI) melintasi rumah tersebut, suasana depan tempat tinggal itu tampak sepi dan tenang seolah tanpa penghuni.

Buffett tetap tinggal di rumah tersebut sejak dibelinya pada 1958 seharga USD31.000. Rumah itu kini ditaksir seharga USD700.000. Rumah yang tergolong sederhana di AS untuk ukuran orang terkaya dunia. Para tetangganya sering melihatnya jalan santai di depan rumahnya, kemudian menyapanya dengan akrab, ?Morning, Warren,how are you today??
Terkadang Buffett mengundang teman-temannya ke rumah, termasuk pesaingnya sekaligus sahabatnya, orang nomor satu terkaya dunia Bill Gates, untuk bermain kartu bridge. Menurut warga kota, Buffett bisa menghabiskan waktunya bermain bridge hingga 12 jam sehari. Bahkan dia ikut mensponsori pertandingan dengan trofi Buffett Cup di Omaha.

Saking sederhananya, Buffett masih mengendarai mobil tuanya jika ingin menghadiri acara-acara undangan warga kota. Suatu ketika, menurut cerita Val McPherson, seorang warga Omaha, Buffett mengundang Gates untuk makan di sebuah restoran favoritnya di Omaha. Buffett bersama Gates mengendarai sebuah mobil baru pemberian anaknya, Susie. Seusai makan malam, mereka kembali ke tempat parkir, tetapi Buffett tidak bisa membuka pintu mobil barunya itu yang menggunakan kombinasi password.

Daripada pusing, Buffett kemudian menelepon taksi dan akhirnya dua orang terkaya dunia ini pulang ke rumah Buffett dengan menggunakan taksi dan meninggalkan mobil baru tersebut. Sebagai sosok yang sederhana, Buffett banyak memberikan sumbangan kepada berbagai yayasan, universitas,dan organisasi sosial di Omaha. Bahkan sifat filantropisnya ditunjukkan terhadap Gates dengan memberikan sumbangan kepada Gates Foundation. Anaknya, Susie,kini mengetuai yayasan Susan A Buffett, mengambil nama mendiang istri Buffett, dengan memberikan sumbangan kepada berbagai organisasi.

Dua anaknya lagi Peter dan Howard tinggal di Chicago dengan usaha mereka sendiri. Buffett memang sosok sederhana, bahkan Desember 2006 lalu ada yang mengatakan Buffett tidak mempunyai telepon genggam, tidak mempunyai komputer di mejanya, dan masih mengendarai sendiri mobilnya,Cadillac DTS.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=105043244#post105043244

Binatang Yang Telah Punah Yang Jarang Di Expose

Ini gan binatang2 yang udah punah namun banyak yang tidak kita ketahui kalo mereka pernah hadir di bumi ini

Dodo Bird

Dodo Bird

Dodo, adalah nama dari satu species burung tidak terbang, yang hidup di pulau Mauritius, Dengan ciri-ciri Paruh besar, gemuk, kaki pendek, dan bergerak lambat. Dodo berukuran tinggi sekitar 70-100 cm, dan berat sampai dengan 20 kg. Hidup dengan memakan buah-buahan dan biji-bijian yang jatuh di tanah. Dodo hidup dalam keadaan damai, tanpa adanya pemangsa alami di Mauritius. Pada akhir periode 1500-an.

Para pelaut Portugis menemukan pulau kecil itu, dan menghuninya. Kehadiran manusia, merupakan awal bencana bagi Makhluk malang itu. Manusia memburunya, untuk dijadikan makanan. Selain mambunuh Dodo dewasa, manusia juga mengkonsumsi telur Dodo. Dodo, yang selama ini hidup dalam damai, tidak punya kemampuan untuk mempertahankan diri menghadapi manusia.

Keadaan diperparah ketika manusia mulai memasukkan hewan-hewan lainnya, seperti Kuda, Domba, Anjing, Kucing, Babi, Monyet, dan Tikus (yang pastinya tidak sengaja terbawa di dalam kapal laut) Kehadiran mereka memperparah situasi Dodo, karena mereka (terutama Babi dan Monyet) sering merusak telur-telur Dodo, akibatnya jumlah Dodo merosot drastis, karena selain Dodo dewasa dikonsumsi oleh manusia, Telur-telurnya juga dirusak oleh hewan-hewan bawaan manusia. Akhirnya, pada tahun 1689, Dodo dinyatakan punah. Berbagai bencana yang semuanya disebabkan oleh kehadiran manusia di Surga Dodo, Mauritius, telah melenyapkan Species ini untuk selamanya dari muka Bumi. Dodo terakhir mati pada tahun 1689, hanya 108 tahun setelah Dodo pertama terlihat oleh manusia.

Pulau Mauritius

Pulau Mauritius

Quagga

Quagga

Quagga-foal

Quagga-foal

Quagga, adalah nama dari salah satu species kuda, yang memiliki corak yang sangat unik. Kepala sampai dengan setengah bagian tubuh depan, bercorak belang-belang hitam putih seperti Zebra. Bagian setengah tubuh ke belakang adalah corak kuda pony coklat. Sedangkan seluruh bagian kakinya berwarna putih bersih. Quagga hidup di savana di Afrika Selatan.

Species ini sudah lama dikenal oleh Manusia, terutama penduduk asli Afrika Selatan. selama itu, mereka hidup dalam keadaan aman, karena sekalipun Quagga memiliki banyak predator pemangsa mereka, namun perkembangbiakan mereka tidak mengalami gangguan berarti. Tapi semua hal itu berubah ketika para pelaut eropa mulai berdatangan ke Afrika Selatan (Afsel, adalah pelabuhan paling strategis saat itu, yang merupakan jalur terbaik untuk peristirahatan, dalam perjalanan panjang dari Eropa ke Asia)

Para pelaut itu tidak pernah melihat species kuda seperti ini sebelumnya. Akhirnya mereka menangkapnya untuk dibunuh, dan diambil daging dan kulitnya yang bernilai tinggi. Selain itu mereka juga ditangkap untuk dijual ke para kolektor hewan unik di Eropa, atau ke kebun binatang di seluruh dunia. Hal ini membuat populasi Quagga, yang memang tidak banyak, merosot drastis. Sampai akhirnya Quagga terakhir mati pada tahun 1883, di kebun binatang London, Inggris. Saat ini spesimen Quagga terakhir itu, masih tersimpan dengan baik di Kebun Binatang London.

Thylacine

Thylacine

Thylacine

Thylacine

Thylacine

Thylacine

Thylacine, adalah nama dari satu species marsupial (binatang berkantung) terbesar yang pernah ada di dunia. Bentuknya seperti Dingo (anjing liar Australia), namun bagian belakang tubuhnya becorak belang-belang seperti Harimau. Nama lain Thylacine adalah Tazmanian Tiger, atau Tazmanian Wolf. Thylacine merupakan binatang karnivora yang memangsa Kangguru, Wallabi, maupun Emu (Burung besar tapi ngga terbang – mirip kasuari dari papua) Thylacine dewasa, berukuran panjang 100-180 cm (ujung hidung sampai ujung ekor), tinggi ketika berdiri antara 50-60 cm, dengan berat sekitar 20-30 kg.

Thylacine sebenarnya pernah hidup di Australia, dan Papua. Hal ini diketahui dari adanya lukisan-lukisan di dinding gua, yang dilukis oleh manusia purba. Namun, jauh sebelum kedatangan para pelaut Eropa, mereka sudah punah di kedua tempat itu. Namun, Thylacine masih bertahan hidup di Pulau Tazmania, sebuah pulau kecil di selatan Australia, sebelum kedatangan manusia modern dari Eropa membawa malapetaka bagi mereka.

Para pelaut eropa itu, datang ke Tazmania bersama dengan hewan-hewan lainnya, termasuk hewan ternak seperti Domba, Babi, maupun Kambing, yang mana hewan-hewan itu merupakan sumber makanan baru bagi Thylacine. Thylacine mulai masuk ke peternakan manusia untuk memperoleh mangsa yang lebih mudah. Namun hal itu, justru mendatangkan malapetaka bagi Thylacine, karena para peternah menjadi marah, dan mengadakan ajang “perburuan berhadiah”, untuk membunuh Thylacine, yang dianggap sebagai hama. Hadiah waktu itu adalah 1 poundsterling untuk seekor Thylacine dewasa, dan 10 shilling untuk anak Thylacine.

Pada tahun 1920-an, Manusia menyadari bahwa keberadaan Thylacine di alam liar sudah sangat langka, dan mereka berbalik arah, mencoba melindungi Thylacine yang masih hidup. Mereka melakukan berbagai cara untuk meningkatkan populasi Thylacine, namun semuanya sia-sia, Thylacine-Thylacine terakhir yang hidup, semuanya dalam keadaan tidak sehat, dan mati satu per satu. Thylacine terakhir mati pada tahun 1936, di kebun binatang Hobart, Tazmania.

Selama beberapa periode berikutnya, beberapa orang kaya atau lembaga, mengadakan kompetisi untuk mencari bukti keberadaan Thylacine yang masih hidup di alam bebas, ataupun menangkap Thylacine yang masih hidup.. Hadiah yang ditawarkan bernilai jutaan Dollar Amerika, dan banyak orang yang tertarik untuk mencarinya. Namun semua berakhir sia-sia. Tidak pernah ditemukan satu buktipun yang mendukung kenyataan bahwa Thylacine masih hidup di Bumi. Sebuah penyesalan yang datang belakangan, sebuah pelajaran bagi kita untuk menjaga species2 langka yang saat ini masih hidup.

Moa

Moa

Moa

Moa

Moa, adalah nama dari satu species burung tidak bersayap, dan juga merupakan salah satu dari burung terbesar yang pernah hidup di Bumi. Moa terbesar adalah Moa Raksasa (Dinornis Robustus) yang ukuran tubuhnya mencapai ketinggian 3.6 meter, dan berat 300 kg. Seluruh tubuh Moa diselimuti dengan rambut berwarna coklat gelap, Moa juga memiliki kaki yang sangat kuat yang membantunya berlari kencang, dan juga merupakan senjatanya dalam menghadapi para predator. Moa adalah herbivora, mereka memakan dedaunan, ranting, dan buah-buahan.

Moa punah, sebelum kedatangan para pelaut Eropa, mereka punah dikarenakan perburuan yang dilakukan oleh suku Maori, suku asli Selandia Baru. Suku Maori memburu Moa dewasa, dan juga telur-telur Moa, sehingga mengakibatkan penurunan polulasi Moa secara perlahan-lahan, sebelum akhirnya benar-benar punah pada sekitar tahun 1500an.

Aepyornis

Aepyornis

Aepyornis Maximus, adalah nama untuk species burung terbesar yang pernah hidup di muka Bumi ini. Aepyornis Maximus merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, dan merupakan jenis burung terberat yang pernah hidup di Bumi. Ukuran tubuhnya mencapai ketinggian lebih dari 3 meter, dan berat sampai 500 kg. Ukuran telur Aepyornis Maximus juga sangat besar, panjangnya 34 cm, dan volumenya adalah 160 kali lipat telur ayam. Aepyornis Maximus, dikenal juga dengan sebutan Elephant Bird alias Burung Gajah. Dan habitat mereka adalah di hutan-hutan atau padang rumput terbuka di Madagaskar. Mereka merupakan herbivora yang memakan buah-buahan dan umbi-umbian.

Aepyornis Maximus, memiliki Populasi yang tidak banyak. Hal ini karena mereka hampir tidak memiliki predator potensial yang dapat memangsa mereka. Oleh karena itu, Aepyornis Maximus hanya bertelur sedikit saja. Hal ini kemudian justru menjadi bencana, ketika para pelaut Eropa berlabuh di Madagascar, mereka memang tidak banyak membunuh Aepyornis Maximus dewasa, tetapi hewan-hewan bawaannya banyak yang merusak atau memakan telur-telur Aepyornis Maximus. Sehingga mengakibatkan kepunahan mereka pada abad ke-16.

Baiji

Baiji

Baiji

Baiji

Baiji, adalah nama untuk species lumba-lumba sungai yang hidup di China. Species ini hanya hidup di sungai Yangtze. Baiji memiliki bentuk yang berbeda dengan lumba-lumba laut, maupun pesut yang hidup di Indonesia. Tubuh Baiji bulat pendek, dan sirip punggungnya sangat pendek. Selain itu moncong Baiji panjang dan kecil. Ukuran Baiji dewasa sekitar 2-2.5 meter, dengan berat 150-200 kg. dengan umur hidup rata-rata di alam liar adalah 25 tahun. Baiji biasanya berenang lambat, hanya sekitar 10-15 km/jam, hal ini dikarenakan buruknya penglihatan dan pendengaran Baiji. Tapi, apabila sedang terancam bahaya, Baiji bisa ngebut sampai kecepatan 50-60 km/jam. Baiji hidup dengan memakan ikan, dan organisme sungai kecil lainnya

Kepunahan Baiji terjadi karena perburuan liar yang dilakukan manusia, untuk memperoleh dagingnya. Selain itu juga diperparah dengan rusaknya ekosistem alami Baiji di sungai Yangtze akibat limbah yang dibuang oleh manusia. Kemerosotan populasi Baiji mulai terlihat ketika pada tahun 1950, populasi Baiji masih mencapai 6.000 ekor, dan kemudian tinggal 400 ekor pada 1980. Survei selanjutnya yang diadakan pada tahun 1997, menunjukkan bahwa jumlah Baiji hanya tinggal 23 ekor saja. Pada tahun 2004, seekor Baiji muncul ke permukaan dan terlihat oleh manusia, tetapi itu adalah penampakan terakhir yang terlihat. Dan pada survey tahun 2006, sekalipun para peneliti berusaha keras mencarinya. Mereka tidak berhasil menemukan satu ekorpun Baiji. Dan setelah selama setahun mencari tanpa hasil, akhirnya pada tahun 2007, Baiji dinyatakan telah punah.

Steller

Steller

Steller

Steller

Steller’s Sea Cow, adalah nama untuk sejenis duyung besar yang hidup di daerah Laut Bering, di antara Alaska dan Siberia. Hewan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1741, oleh seorang penjelajah berkebangsaan Jerman, yang bernama Georg Steller. Itulah mengapa Duyung (disebut juga sapi laut – Sea Cow) diberi nama Steller’s Sea Cow.

Steller’s Sea Cow ini merupakan jenis Duyung terbesar yang pernah diketahui oleh manusia. Dengan ukuran panjang tubuh mencapai 8 meter, dan berat hingga 4 ton. Steller’s Sea Cow bahkan lebih besar daripada Walrus Bull. Dengan tubuhnya yang demikian besar, dan sebagian besar berat tubuhnya berasal dari lemak (yang dibutuhkannya untuk bertahan hidup di laut bering yang dingin) Steller’s Sea Cow, tidak dapat bergerak cepat. Apalagi mereka tidak perlu berburu untuk bertahan hidup. Karena makanan mereka adalah Rumput laut atau Ganggang laut.

Setelah ditemukan oleh Georg Steller, manusia mulai memburu Steller’s Sea Cow untuk dikonsumsi, hal ini dikarenakan ukuran tubuhnya yang besar, memberikan kemudahan bagi manusia untuk menghemat waktu dalam mencari makan. Karena daging dan lemak mereka dapat disimpan cukup lama, sampai berbulan-bulan, sebelum akhirnya manusia perlu berburu lagi. Selama periode itu, Steller’s Sea Cow terus-menerus diburu oleh manusia di seluruh daerah sekitar Alaska, Siberia, dan pulau2 di dekatnya. Hal ini mengakibatkan populasi Steller’s Sea Cow merosot drastis, hingga akhirnya, pada tahun 1768 mereka telah punah. Kepunahan Steller’s Sea Cow, hanya berlangsung selama 27 tahun sejak pertama kali ditemukan oleh manusia.

Thylacoleo carnifex

Thylacoleo carnifex

Hal ini dapat dilacak dari tulang-belulang hewan yang ukurannya sebesar macan. Namun, bagaimana bentuk makhluk buas tersebut baru sedikit terkuat dari lukisan-lukisan gua yang ditinggalkan suku aborigin. Lukisan tersebut memperlihatkan hewan berkaki empat yang memiliki kumis seperti kucing, paha besar, dan memiliki cakar yang besar sesuai fosilnya. Namun ada ciri yang hanya diketahui dari lukisan yakni bagian punggungnya yang belang-belang seperti harimau Tasmania, ekornya berambut lebat, dan telinganya lancip.

Hewan tersebut digambar di dinding-dinding batu pada sebuah gua di barat laut Australia. Pada Juni 2008, seorang naturalis bernama Tim Willing memotret lukisan tersebut dan kemudian disadari sebagai gambar seekor singa berkantung oleh Kim Akerman, antropolog dari Tasmania. Makhluk liar yang diberi nama spesies Thylacoleo carnifex itu diperkirakan hidup 30.000 tahun lalu berdasarkan usia fosilnya. Namun tidak diketahui kapan punah.

Sumber : http://www.kaskus.us