Arsip untuk Juli, 2009|Halaman arsip bulanan

Eropa 2050: Benua Islam Terbesar di Dunia

Entah ini sesuatu yang dilebih-lebihkan ataukah memang sebuah perkiraan belaka. Bisa juga sebuah kabar bagus. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah upaya untuk “menyadarkan” orang-orang di seluruh Eropa akan keberadaan umat Islam di benua mereka agar bisa mengantisipasinya dan menyebarkan Islamofobia. Tapi hampir semua pihak mengeluarkan pernyataan yang sama. Baik gereja, pemimpin dunia, media, dan bahkan para analisis, bahwa pada tahun 2050, Eropa akan menjadi benua umat Muslim. Benarkah?

Dalam beberapa tahun belakangan ini, populasi umat Muslim di Eropa memang luar biasa. Di tengah hantaman gelombang isyu Islam itu teroris, orang-orang Barat malah berbondong-bondong ingin mengenal Islam. Begitulah, jika Anda menyatakan sesuatu terlarang, maka orang dengan sendirinya akan semakin mendekati yang Anda larang tersebut. Apalagi jika itu berhubungan sebuah institusi kebenaran.

Saat ini, diperkirakan Eropa dihuni oleh kurang lebih 50 juta penduduknya yang beragama Islam. Tentu saja, walaupun hanya sepertiga dari jumlah Muslim penduduk suatu Negara yang mempunyai pemeluk Islam terbesar di dunia, tetapi Muslim di Eropa mempunyai perbedaan yang sangat besar. Antara lain, mereka memeluk Islam lebih banyak karena kesadaran mereka sendiri, bukannya factor keturunan.

Dalam sejarahnya, Islam menyebar melalui Afrika Utara, melintasi selat Gibraltar ke Spanyol. Dari sini, Islam terus memasuki Austria, dan selanjutnya pada akhir abad 1800, Islam tak terbendung lagi memasuki Eropa. Hari ini, Islam menyebar dengan cara yang luar biasa.

Kajian statistik menunjukan bahwa angka kelahiran sebuah keluarga di Eropa merupakan sesuatu yang esensial. Sejarah menunjukkan bahwa jika angka kelahiran sebuah Negara di bawah 1,9 maka Negara itu akan jatuh. Sekarang Prancis mempunyai angka kelahiran 1.8, Inggris 1,6, Yunani 1,3, Italia 1,2, dan Spanyol 1,1. Angka kelahiran di Negara-negara 31 negara Eropa lainnya jika dirata-ratakan akan mencapai 1,38.

Tapi kedatangan imigran Muslim tak bisa lagi memprediksikan angka kelahiran di Eropa. Jumlahnya makin meningkat. Misalnya saja di Prancis, angka kelahiran di Negara ini mencapai 1,8 untuk seluruh penduduknya, namun 8,1 untuk angka kelahiran setiap keluarga Muslim.

Pada tahun 2027, satu dari lima orang Prancis sudah bisa diprediksi sebagai Muslim. Dengan angka seperti ini, 39 tahun ke depan, Prancis sudah diperkirakan menjadi Negara penganut Islam terbesar. Di Belanda, 25% penduduknya adalah Muslim. 50% dari kelahiran bayi baru berikutnya juga Muslim. Sedangkan di Russia ada 23 juta Muslim, dan hanya dalam waktu dekat, 40% dari tentara Russia akan menjadi Muslim juga.

Pemerintah Jerman adalah yang pertama menyuarakan perubahan dramatis ini. Mereka memperkirakan, pada 2025, German akan menjadi sebuah negara yang berpenduduknya mayoritas Muslim.

Jumlah 52 juta Muslim di Eropa sekarang ini diperkirakan akan berlipat ganda pada 24 tahun mendatang. Sejak tahun 1990, diperkirakan 90% dari pertumbuhan adalah Muslim. Pada 2050, Eropa akan menjadi benua yang penuh dengan umat Muslim.

Di Kanada, angka kelahirannya adalah 1,6. Antara tahun 2001 dan 2006, populasi Kanada meningkat sampai 1,6 juta. 1,2-nya merupakan Muslim. Islam memang menjadi agama yang paling cepat tersebar di negara ini. Sedangkan di AS, angka kelahirannya juga sama 1,6. Jika populasi penduduk Latin disertakan maka angkanya menjadi 2,2. Tahun 1970, hanya ada 100.000 orang Islam di AS. Sekarang jumlahnya menjadi 9 juta orang. Dalam 30 tahun ke depan, diperkirakan aka ada 50 juta Muslim di AS.

Perubahan perkiraan demografi ini jelas akan membawa perubahan tersendiri di suatu negara. Hukum, institusi, dan pemerintah akan ikut berganti mengikuti perubahan politik, dan perubahan politik akan senantiasa mengikuti arus besar massa itu sendiri. Akankah 2050, Eropa menjadi benua dengan pemeluk Islam terbesar? Wallohu alam bi shawwab. (sa/ciafact/nlsnprc)

Sumber : http://www.eramuslim.com/gerakan-dakwah/eropa-2050-benua-islam-terbesar-di-dunia.htm

PT. Telkom Menang Tender Broadband Wireless Access (BWA); Awesome !

Selamat Datang WIMAX

“Tidak hanya mengumumkan pemenang tender seleksi penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis Packet Switched yang menggunakan pita Frekwensi Radio 2.3 GHz tapi juga hal lain seperti palapa ring dan Universal Service Obligation (USO).”

Ruang Ops, Depkominfo, Jakarta, Kabarindo- Indonesia siap sambut layanan BWA- Broadband Wireless Access. Dalam presscon sesaat setelah pemberian SK Menkominfo No.237/KEP/M.KOMINFO/7/2009 tentang Penetapan Pemenang Seleksi Penyelenggaraan Jarinagn Tetap Lokal Berbasis Packet Switched yang menggunakan Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel.

Mohammad Nuh selaku Menkominfo langsung menggarisbawahi tiga alasan ,mengapa harus ada seremoni khusus untuk event sekarang ini. “Pengelolaan BWA punya makna khusus jadi harus ada seremoni seperti laiknya pernikahan. Selain itu ada prosesi alias tender yang khusus dan pertama kali yang dilakukan oleh Depkominfo dan juga pemerintah RI sehingga transparancy dan fairness tetap terjaga dan terakhir yang menjadi alasan adalah 2,3 GHz adalah kebijakan sistemik mulai dari infrastruktur sampai supporting.

Jadi jelas keberpihakan Depkominfo untuk perusahaan-perusahaan nasional, ” papar Muh Nuh mantap dihadapan para jurnalis, direksi para perusahaan yang menang tender dan pejabat Depkominfo dan Postel. Tampak hadir pula mendampingi Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar.

Adapun pemenang-pemenang dari lelang tender kali ini seperti:
1. PT. Telkom
2. PT. Indosat Mega Media
3. PT. Inernux
4. PT. First Media
5. PT. Jasnita Telekomindo
6. PT. Berca Hardayaperkasa
7. PT. Rahajasa Media Internet a.n. Konsorsium Wimax Indonesia
8. Konsorsium PT. Comtronics Systems dan PT Adiwarta Perdania.

Menarik karena ada konsorsium yang ditambahkan oleh Muh. Nuh bahwa ini adalah wujud nyata untuk membantu ISP-ISP nasional yang masih memiliki keterbatasan modal sehingga dapat membentuk konsorsium untuk mendapatkan program tersebut. Ke delapan perusahaan  (Penyelenggara telekomunikasi) yang telah ditetapkan sebagai pemenang ini sebenarnya sudah diumumkan pada tanggal 16 Juli 2009 berdasarkan Pengumuman hasil lelang pada seleksi penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHZ untuk keperluan layanan pita lebar
nirkabel yang ditandatangani oleh Direktur Spektrum Frekuensi Radio Ditjen Postel Tulus Rahardjo selaku Ketua Tim Pelaksana Seleksi.

Sementara dalam sesi Q & A terungkap bahwa tarif dari internet diupayakan murah dan kesiapan dari semua pihak untuk bersama-sama agar pemakai internet dapat berlipat ganda dengan infrastruktur seluruh provinsi di Indonesia. Diupayakan agar penggunaan internet dapat disosialisasikan hingga ke pelosok desa dengan penegasan dari First Media tentang demand yang tinggi dari pengguna internet atau industri TIK dengan prinsip keterjangkauan dan kecepatan. Ditambahkan oleh Menkominfo dari upaya ini ada kenaikan dari pendapatan perkapita dari sektor TIK dan pemerintah RI akan terus memberi fasilitasi dan proteksi agar masyarakat dapat memperoleh harga yang terjangkau.

PT. Telkom setelah menambah lisensi ini diakui menambah portofolio dengan Wimax menjadikan telkom lengkap dari sisi layanan. sementara IM2 yang langsung disampaikan oleh Indar, CEO IM2 bahwa dunia ICT kecepatan makin tinggi dan kemampuan makin besar sehingga dengan begitu harga yang diturunkan dapat terwujud. Lalu  Basuki dari Dirjen Postel menjelaskan tentang Palapa Ring dari konsorsium dengan penandatangan akhir tahun ini 2009 dan semoga bisa dipercepat lalu tentang USO, daerah-daerah seperti Papua, Maluku dan Sulawesi termasuk NTT sudah berjalan dengan baik yang diorientasikan untuk masyarakat pedesaan di seluruh pelosok tanah air dan target akhir tahun 2010 semua dapat menikmati layanan informasi dan komunikasi menuju “INDONESIA CONNECTED”.

Selamat Datang Internet Murah…..!!!

Sumber : http://news.kabarindo.com/index.php?act=dnews&no=1907