Arsip untuk Desember 3rd, 2008|Halaman arsip harian

Susanto, Guru SMAN 3 Bojonegoro Peraih Juara II Penulis Artikel Ilmiah Se-Jatim

Tak Punya Komputer, Tulis Naskah di Kantor dan Rental

Susanto, 38, guru SMAN 3 Bojonegoro mengharumkan daerahnya di tingkat Provinsi Jatim. Warga Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Kota Bojonegoro, itu berhasil meraih juara II penulis artikel ilmiah yang diselenggarakan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 26 November lalu.

ZAKKI TAMAMI, Bojonegoro

———–

Siang kemarin (2/12) di sekitar rumah tembok setengah jadi (belum terlapisi) di Jalan Kyai Mojo, Kelurahan Mojokampung, Bojonegoro, sepi. Hanya beberapa orang yang berlalu lalang di rumah itu. ”Monggo pinarak (silakan duduk, Red),” kata seseorang yang berpakaian hitam sambil menghampiri wartawan koran ini.

Lelaki itu tak lain adalah Susanto. Dia peraih juara II se-Jatim dalam lomba karya ilmiyah yang diselenggarakan Unair Surabaya pada 26 November lalu. Kepada wartawan koran ini Susantokemudian menuturkan perjalannyanya mengikuti lomba itu.

Awalnya, beberapa waktu lalu pihak SMAN 3 Bojonegoro mendapat pengumuman untuk mengikuti lomba penulsian artikel dalam rangka Dies Natalis Ke-54 Unair. Peserta dalam lomba ini ada dua kategori. Yakni, kategori siswa dan guru.

”Waktunya hanya seminggu, dan saya ikut. Sedangkan siswa SMA 3 (SMAN 3 Bojonegoro, Red) tidak ada yang ikut,” terangnya. Sedangkan total peserta lomba kategori guru 75 orang.

Setelah mengetahui hal itu, Susanto mencari ide-ide untuk penulisan artikelnya. ”Saya dapat ide dari TV,” ungkapnya.

Ide itu kemudian dikembangkan menjadi empat judul yang dia kirim untuk mengikuti lomba. ”Yang meraih juara II berjudul Pendidikan Bermutu di Tengah Moralitas Instan,” tutur dia sambil menunjukkan naskahnya.

Tema itu hasil dari pemikira dia atas fenomena copy-paste dan ijazah instan yang banyak di sebagian masyarakat. ”Itu tidak mencerminkan moralitas yang baik,” katanya.

Dalam naskah tersebut juga dijelaskan tentang pentingnya pakta kejujuran untuk calon mahasiswa, dosen, atau pegawai administrasi.

Hakikatnya, terang Susanto, pakta kejujuran merupakan sebuah pernyataan sikap yang harus dilakukan oleh calon mahasiswa, dosen, termasuk pegawai. Sehingga, orang yang akan memanipulasi data (skripsi atau ijazah sekalipun) akan mikir.

”Secara teknis penyataan pakta kejujuran bisa dilakukan saat mahasiswa baru masuk perkuliahan. Dengan cara ini paling tidak akan terbentuk pribadi yang berkualitas dan perguruan tinggi steril dari perilaku premanisme atau kejahatan intelektual,” imbuhnya.

Dalam membuat naskah itu Susanto hanya bermodal semangat. ”Karena saya tidak punya mesin ketik, akhirnya saya ngetik di kantor (sekolah) saat waktu kosong,” ungkapnya.

Selain itu, pria yang juga dosen IKIP Bojonegoro ini mengetik naskah di rental-rental. ”Saya temukan ide, saya tulis di kertas terus saya ketik,” jelasnya.

Susanto yang sering menulis opini di media cetak itu berencana membukukan hasil karnyanya. Dia berharap prestasinya itu bisa memotivasi anak didik serta keluarganya. ”Paling tidak bisa memotivasi anak untuk berprestasi,” harapnya. (*)

Note : Semua berita mengenai Bojonegoro bersumber dari www.jawapos.co.id (Radar Bojonegoro)

Rame-Rame Kembalikan Dana ke Kasda

Anggota DPRD Tak Ingin Terjerat Kasus Korupsi

Radar BOJONEGORO – Sebagian anggota DPRD Bojonegoro tak ingin terjerat hukum dalam kasus dugaan korupsi yang kini ditangani kejaksaan negeri (kejari) setempat. Karena itu, mereka memilih mengembalikan sejumlah dana ke kas daerah (kasda). Dana ini diperkirakan bagian dari anggaran yang ditambahkan untuk gaji mereka pada 2006.

Anggota komisi A DPRD setempat Sukur Priyanto mengakui ikut mengembalikan dana tersebut. Menurut dia, seluruh anggota komisinya telah mengembalikan dana itu ke kasda pekan lalu.

”Sesuai kesepakatan, pengembalian itu dikoordinasi pimpinan komisi,” kata pria yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Kota Ledre itu.

Sukur menyatakan bahwa langkah yang dilakukan komisinya merupakan wujud sikap kooperatif mereka. Meski demikian, dia mengkui hal itu tak lepas dari temuan BPKP yang menyebutkan bahwa terdapat kerugian negara akibat pencairan anggaran yang diterima anggota dewan pada 2006. Sumber wartawan koran ini menyebutkan, setiap anggota mengembalikan dana Rp 24 juta.

Seperti diberitakan, Humas Kejari Bojonegoro Sugeng Riyanta beberapa waktu lalu menyatakan bahwa hasil audit BPKP menemukan adanya dugaan penambahan gaji anggota dewan. Diduga, nominalnya Rp 2 juta untuk setiap anggota dewan per bulan selama 2006.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Bojonegoro Tamam Syaifuddin juga membenarkan adanya pengembalian uang oleh sejumlah anggotanya. ”Saya juga telah mengembalikan tadi (kemarin, Red). Untuk itu, saya mengimbau agar langkah ini diikuti anggota dewan yang lain,” kata dia saat dihubungi melalui ponselnya kemarin (2/12).

Bagaimana dengan kebocoran Rp 10,4 M yang disebutkan kejari? Tamam menyatakan, pihaknya masih menunggu kesimpulan akhir hasil audit BPKP. Jika nantinya ditemukan adanya dugaan kerugian negara, maka secara pribadi dia tak keberatan untuk mengembalikan uang tersebut.

”Mungkin saja, karena ketidakmengertian kami tentang sistem administrasi di setwan (sekretariat dewan) atau karena kelalaian, lalu timbul kerugian negara. Untuk itu, kami siap mengembalikan dana itu ke kasda,” tuturnya.

Hal itu, lanjut dia, tak hanya dapat terjadi pada dirinya, tapi juga unsur pimpinan yang lain serta anggota DPRD setempat. Sehingga, jika kesimpulan BPKP nanti menemukan adanya kerugian negara, dia mengimbau agar anggota dewan legawa untuk mengembalikan dana tersebut. (dim)

Blok Cepu Dibahas Komisi VII DPR

Radar BOJONEGORO – Komisi VII DPR RI mendukung upaya pemkab dan provinsi ikut terlibat dalam pengembangan ekonomi dan partisipasi lokal dalam eksplorasi Blok Cepu yang segera berlangsung.

Hal itu diungkapkan Bupati Bojonegoro Suyoto usai mengadakan pertemuan dengan komisi VII kemarin (2/11) siang. Menurut Suyoto, pertemuan itu berlangsung di ruang Komisi VII DPR RI, dipimpin oleh wakil ketua komisi itu, Sutan. Hadir juga Pjs Gubernur Jatim Setya Purwaka, jajaran direksi Pertamina, serta Presiden Mobil Cepu Limited (MCL) Mike K. Nielsen dan wakil dari BP Migas. ”Itu salah satu kesimpulannya,” kata Suyoto.

Dia menjelaskan, kesimpulan yang lain di antaranya komisi yang membidangi pertambangan dan energi itu medukung saran Pemkab Bojonegoro terkait adanya dialog intensif antara BP Migas serta MCL untuk mengatasi hambatan dalam proyek tersebut. Mengenai kapan dialog itu bakal dilaksanakan, dia menyatakan bakal dijadwalkan kemudian.

Yang jelas, lanjut dia, nantinya akan digelar semacam workshop antara tiga pihak. Yakni, MCL, BP Migas, dan pemkab.

”Di situ nanti akan digali berbagai permasalahan dan dicarikan solusinya agar tidak menghambat proyek nasional ini,” ungkapnya.

Suyoto juga mengaku telah meminta agar pengolahan minyak Blok Cepu tidak dilakukan secara off shore (lepas pantai). Dia meminta pengolahan on shore (di darat).

Hal itu, tambah dia, agar pengolahan minyak bisa untuk mencukupi kebutuhan BBM di wilayah Jawa Timur. ”Selain juga agar multiplier effect-nya bisa dirasakan masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya,” ungkapnya.

Pertemuan itu merupakan undangan dari Komisi VII DPR kepada BP Migas, MCL, serta gubernur Jatim. Sedangkan Suyoto mengaku diajak gubernur Jatim untuk memberikan penjelasan secara detail terkait permasalahan di lapangan. (ade)

Desember-Januari Berpotensi Banjir

Radar BOJONEGORO – Banjir luapan Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro potensial terjadi antara Desember (bulan ini) sampai Januari 2009.

”Saya tidak menakut-nakuti, tetapi semoga saja turunnya hujan tidak bersamaan agar banjir besar seperti kemarin (akhir 2007 hingga awal 2008, Red) tidak terulang,” kata Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo Bojonegoro Pudjo Buntoro dalam sosialisasi pembekalan teknis penanganan banjir di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro kemarin (2/12).

Sosialisasi itu diikuti 164 kepala desa yang tersebar di 15 kecamatan yang masuk daerah rawan banjir Bengawan Solo dan 27 camat di seluruh Bojonegoro. Juga, jajaran instansi terkait yang masuk dalam Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Bojonegoro.

Perkiraan tentang banjir itu menurut Pudjo berdasarkan perkiraan curah hujan pada Desember ini dan Januari nanti. Menurut dia, banjir besar pada akhir 2007 dan awal 2008 lalu bisa terulang jika di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di hulu Jawa Tengah dan Jawa Timur hujan bersamaan.

Dia menjelaskan, jika ketinggian permukaan air Bengawan Solo pada papan duga di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, antara 29,50-30,00 m dari permukaan laut, ketinggian permukaan air Bengawan Solo di wilayah kota Bojonegoro 14.00 m hingga 14.50 m. Dengan kondisi seperti ini, wilayah di Bojonegoro yang tergenang berupa sawah di 83 desa di 15 kecamatan mulai wilayah barat di Kecamatan Margomulyo hingga timur di Kecamatan Baureno (baca tabel).

Sesuai karakteristiknya, lanjut dia, perjalanan air Bengawan Solo dari Karangnongko hingga kota Bojonegoro berkisar 10 jam. ”Bahan untuk penanggulangan banjir seperti karung dan lainnya. Kalau kurang, Bojonegoro akan mendapatkan dropping dari Balai Besar Bengawan Solo di Solo,” katanya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Suharjono menyatakan, kesiapsiagaan pengamanan bagi masyarakat korban banjir di Bojonegoro akan dilakukan dengan meminta bantuan jajaran polres tetangga Bojonegoro yang tidak kebanjiran. Pertimbangannya, lanjut dia, kalau banjir yang terjadi sebagaimana banjir yang lalu, hampir 95 persen personel polres juga menghadapi masalah yang sama, mengamankan diri sendiri menghadapi bencana banjir. (ade)