Arsip untuk Agustus 11th, 2008|Halaman arsip harian
Dua Karya Ilmiah SMPN I Tembus Finalis LKIR Nasional
Radar Bojoengoro, 11 Agustus 2008
BOJONEGORO- Dua karya ilmiah siswa SMPN I Bojonegoro masuk finalis LKIR tingkat nasional. Dua karya ilmiah itu adalah Kompor Tenaga Surya dan Pemanfaatan Apel Sebagai Bahan Baku Pembuatan Baterai Sederhana. Karya itu bakal dipresentasikan oleh empat siswa SMPN I dihadapan juri pada Selasa depan (12/8). Empat siswa itu adalah Taufiq Ikhsan, Cipto Dwi, Faridatul Afifah dan Aginta Friska. Mereka didampingi guru pembimbing Nurbaiti dan Tati Yudha.
Menurut Cipto karyanya mengangkat kompor tenaga surya. Idenya didapat dari browsing di internet. ”Jadi wajan yang dilapisi aluminium lalu diletakkan dilokasi yang ada sinar matahari, alumunium lalu menghantar panas dari sinar matahari,”jelas Cipto yang membuat karya itu bersam Ikhsan Taufiq.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Aginta yang mendapatkan ide bersama Faridatul Afifah dari internet mengangkat apel sebagai sumber energi untuk baterai. ”Apel itu mempunyai zat elektrolit. Di baterai juga ada zat elektrolit sehingga apel dapat menghantarkan energi bagi baterai,”terang dia. Dari hasil penelitiannya, energi baterai yang diisi dari zat elektrolit apel mampu bertahan hingga 12 jam.
Kepala SMPN I Bojonegoro, Ali Fatikan mengatakan SMPN I bakal bersaing dengan 99 finalis dari sekolah lainnya pada LKIR. ”Kita harapkan mereka mampu menjadi yang terbaik,”ujar dia. Keberhasilan dua karya ilmiah SMPN I tembus ke tingkat nasiona menjadi bukti keberhasilan materi ketrampilan yang disampaikan kepada para siswa. (nas)
Oktober sosialisasikan peringatan Banjir
‘ Saat ini Sepuluh unit perlatan peringatan dini sudah terpasang di tepi Bengawan Solo dan Kali Lamong, ” kata Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Mulyono kepada Radar Bojonegoro. Menuirutnya sepuluh peringatan dini banjir tersebut sudah di Bojonegoro, sebanyak 4 unit, mulai Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, di utara pasar besar Kota Bojonegoro, jembatan Padangan dan jembatan Kalikethek.
Di Tuban lanjut dia terpasang dua unit di Widang dan Plumpang, sedangkan di Lamongan dua unit dan di Gresik di Kali Lamong dua unit. Mulyono menambahkan di dalam pelaksanaan sosialisasi peringatan dini banjir tersebut akan melibatkan masyarakat di lokasi adanya peralatan peringatan dini banjir, juga perangkat desa.’Seba selanjutnya peralatan peringatan dini banjir yang pola kerjanya dengan mempergunakan aki kering tersebut, selanjutnya diserahkan masyarakat,’ tegasnya
Cara kerja peralatan tersebut, ketika ketinggian air masuk siaga I, terdengar bunyi sirene yang tidak terlalu keras tetapi bisa terdengar dalam radius 1 km. Setelah banjir terus merangkak naik, masuk siaga II terdengar suara sirene keras yang bisa terdengar di radius 2 km. ‘Kalau mendengar sirene malam hari , masyarakat jelas akan terbangun, sehingga bisa bersiaga , ” katanya.
Selain itu dia menambahkan PJT I Malang, katanya juga memprogramkam memasang 30 unit peringatan dini di sejumlah sungai di Jawa Timur, yang sering menimbulkan bencana banjir. (ade)
Air mancur alon-alon diubah jadi Air terjun
BOJONEGORO-Jika rencana ini disetujui maka air mancuri yang selama ini menjadi taman di tengah alon-alon kota Bojonegoro akan dirubah menjadi air terjun.
Sebab saat ini Dinas Kimpraswil Bojonegoro mengsulkan di PAK dana sebesar Rp 680 juta rupiah unutk mengubah taman ditengah alon-alon utara Kora Bojonegoro. Dana tersebut nantinya akan digunakan membuta air terjun dan patung belibis.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kimprwasil Tejo Sukmono kepada Radar Bojonegoro. Dia menjelaskan usulan tersbeut akan dimasukan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK). ‘dan saat ini sedang finishing model dan bentuknya untuk diajukan,’ tegasnya
Yang jelas mantan kasubdin pengairan Dinas PU itu menuturkan air mancir yang ada saat ini dianggap kurang menarik dan kurang relevan lagi. Karrna itu lanjut dia pihaknya mengusullan diubah menjadi air terju. ‘Intynya air terjun dari tiga balok yang menjulang diatas dengan ouncaknya adalah patung burung belibis,’ ungkapnya
Pria itu menuturkan saat ini gambar yang akan diajukan sudah masuk finishing. Saat ini perubahan tambah dia adalah bentuk patung burung belibis yang mengepakkan sayap. ‘Dan burung belibis kan memang ikon Bojonegoro juga terkait sejarah kerajaan malowopati,’ tegasnya
Selain perubahan itu tambah dia dana sebesar itu juga akan digunakan membangun sarana bagi para Pedagang kaki Lima diseputaran alon alon kota Bojonegoro. Termasuk saran MCK nya juga,’ tegasnya
Tak hanys itu dia juga menuturkan bakal membangun sarana parkir di sebelah barat alon-alon utara. Sehingga akan ada tambahan pinut gerbang di sebelah barat alon-alon kota Bojonegoro. ‘Untuk PKL jika memang disetujui akan akan 90 lapak berukuran 2,5 kali 2,5 meter,’ tuturnya. (ade)
Komentar (1)
Tinggalkan sebuah Komentar